MCK Sanitasi Sebangau

Bantu Masyarakat Sebangau

dengan Pengadaan Sanitasi Layak

Desa Sebangau adalah salah satu desa binaan Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa. Pada bulan Februari 2022, YBKB telah menginisiasi program pengadaan Pompa Air, Toren Air, serta Listrik Tenaga Matahari. Pengadaan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Desa Sebangau Jaya, Kalimantan, yang semula direncanakan selesai pada tanggal 28 Februari 2022, terpaksa harus ditunda. 

 

Selain karena kendala kondisi lapangan yang sangat menantang dikarenakan sering turun hujan, pengerjaan harus tertunda karena pendanaan yang belum cukup. Penundaan pengerjaan ini ternyata menghasilkan sebuah temuan baru: ancaman gangguan kesehatan dan stunting sebagai akibat dari sanitasi yang buruk.

 

Berdasarkan studi yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada tahun 2020, sebanyak 7 dari 10 rumah tangga di Indonesia mengkonsumsi air minum yang tercemar bakteri e-coli. Ini menandakan air minum di Indonesia belum layak minum. Apa penyebabnya? Setelah ditelusuri lebih jauh, terdapat kaitan antara air bersih tidak layak minum dengan sanitasi buruk. Ternyata 70 persen sumber air minum rumah tangga di Indonesia telah tercemar limbah tinja dan berpotensi tinggi menyebabkan penyakit diare.

 

Sanitasi buruk menyebabkan kotoran manusia memasuki tempat penyimpanan air serta sumber air bersih. Banyak daerah di Indonesia yang tidak memiliki sanitasi layak, seperti di kawasan Desa Sebangau, Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Pulau Pisau, Kalimantan Tengah. 

 

Terletak di antara Sungai Katingan dan Sungai Sebangau, penduduk desa ini mengandalkan sungai sebagai satu-satunya sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Namun yang menyedihkan, kondisi sungai telah tercemar oleh sampah dan kotoran manusia. Tidak ada sarana MCK yang layak karena semua kegiatan MCK (mandi, cuci, kakus) dilakukan langsung di sungai, tanpa adanya toilet. 

 

Kondisi ini dapat menyebabkan diare berkepanjangan. Lebih dari 2,000 anak di seluruh dunia meninggal setiap harinya akibat diare, melebihi tingkat kematian akibat AIDS, malaria maupun cacar. Diare yang sering terjadi juga dapat menghambat pertumbuhan fisik dan intelektual (atau sering disebut dengan stunting), sebagai akibat dari gangguan pencernaan yang mengganggu penyerapan nutrisi sehingga menyebabkan tingkat kecerdasan yang rendah.

 

Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa mengadakan tindakan penanggulangan pencemaran sekaligus pencegahan turunnya tingkat kecerdasan anak bangsa melalui pengadaan sarana MCK yang layak bagi penduduk Desa Sebangau. Untuk memperingati Hari Keluarga Nasional di tanggal 29 Juni, maka untuk menunjukkan kepedulian kepada seluruh anggota keluarga di Desa Sebangau, akan diadakan peresmian pembangunan sarana MCK pada tanggal 30 Juni 2022.

 

Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa memiliki komitmen untuk mendukung terlaksananya SDGs (Sustainable Development Goals) no 6 yaitu Air Bersih dan Sanitasi (Clean Water and Sanitation). YBKB akan terus berupaya agar seluruh penduduk Indonesia bisa mendapatkan akses air bersih dan memiliki sanitasi yang layak, sesuai standar dari WHO dan juga Kementerian Kesehatan.

 

Dikenal dengan tagline Bangunkan Jiwa Cerdaskan Bangsa, YBKB menyadari kecerdasan bangsa tidak akan terwujud tanpa terlaksananya SDGs no 3 yaitu Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan (Good Health and Well-Being). Desa binaan YBKB juga terdapat di berbagai titik, antara lain Desa Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat dan Dusun Gebang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. 


  Kembali