Bulan Maret merupakan bulan yang istimewa bagi umat Islam di Indonesia pada tahun 2021. Pada bulan ini, terdapat peringatan hari Isra Mi’raj dan malam Nisfu Sya’ban. Sementara pada bulan berikutnya yaitu April, umat Islam sudah memulai ibadah puasa Ramadan.

ISRA MI’RAJ: PERISTIWA PENTING BAGI UMAT ISLAM

Isra Mi’raj merupakan perjalanan malam hari Nabi Muhammad SAW menuju Sidratul Muntaha di langit ketujuh. Pada perjalanan ini, Allah SWT menurunkan perintah shalat kepada Rasulullah SAW. Hingga saat ini, umat Islam masih menjalankan perintah tersebut.

Hampir setiap tahun, umat islam selalu memperingati Isra Mi’raj dengan berbagai macam cara. Pada tahun ini, Isra Mi’raj bertepatan dengan hari Kamis, 11 Maret 2021.

KEMULIAAN SYA’BAN

Sya’ban merupakan bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriah. Pada tahun ini, 1 Sya’ban 1422 H akan jatuh pada hari Senin, 15 Maret 2021. Keistimewaan bulan Sya’ban dimulai sejak awal bulan hingga akhir bulan.

Karena letaknya yang mendekati bulan Ramadan, biasanya umat Islam mulai mempersiapkan diri menjemput datangnya bulan termulia dengan penuh suka cita dan berharap akan ampunan dan anugerah dari Allah SWT. Bersedekah dan menjalin silaturahmi sudah umum dilakukan di kalangan masyarakat.

Sya’ban adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata syi’ab yang artinya jalan di atas gunung. Islam kemudian memanfaatkan bulan Sya’ban sebagai waktu untuk menemukan banyak jalan demi mencapai kebaikan.

Berbagai peristiwa bersejarah terjadi di bulan Sya’ban, antara lain peristiwa perpindahan arah kiblat dari Masjidil Aqsha di Palestina ke Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi, adanya anjuran pembacaan shalawat dan diangkatnya amal-amal manusia menuju ke hadirat Allah SWT.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan pengakuan Aisyah, bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunah lebih banyak daripada ketika bulan Sya’ban. Hal ini mendasari kemuliaan bulan Sya’ban di antara bulan Rajab dan Ramadaan. Karenanya, pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir dan meminta ampunan serta pertolongan dari Allah SWT.

Pada bulan Sya’ban ini, sungguh Allah banyak sekali menurunkan kebaikan-kebaikan berupa syafaat (pertolongan), maghfirah (ampunan), dan itqun min adzabin naar (pembebasan dari siksaan api neraka).

BULAN MARET BAGI BANGSA INDONESIA

Senin, 2 Maret 2020, presiden RI Joko Widodo mengumumkan kasus COVID-19 pertama di Indonesia. Kasus pertama yang terkonfirmasi terjadi di tanah air menimpa dua orang asal Depok, Jawa Barat. Diperkirakan, mereka tertular saat bertemu dengan WN Jepang di Jakarta.

Kini, satu tahun setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama COVID-19 di Tanah Air, situasi pandemi di negeri kita tercinta ini belumlah usai. Bahkan semakin banyak tantangan baru yang mengiringi penyebaran virus COVID-19.

Tidak lama setelah kasus pertama diumumkan, Pembatasan Sosial Berskala Besar dilaksanakan. Kebijakan ini membuat roda ekonomi tersendat. Dampaknya, ekonomi Indonesia menurun. Ketatnya protokol kesehatan yang harus ditegakkan telah membuat berbagai usaha gulung tikar. Bantuan dari pemerintah terus mengalir turun, tapi belum mampu membuat semua jenis usaha bergerak dengan lancar.

Efeknya, PHK dan kesulitan mencari pekerjaan ada di mana-mana. Pengangguran karena diberhentikan maupun dirumahkan marak terjadi. Kesulitan membeli bahan pangan seolah sudah menjadi masalah biasa di perkotaan maupun pedesaan.

Namun, dalam situasi krisis seperti ini, bangsa Indonesia sebagai bangsa yang dikenal paling dermawan, tentunya tidak tinggal diam. Banyak dilakukan penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, banyak sukarelawan turun ke jalan membantu sesama, banyak orang yang memulai dan semakin peduli dengan keluarga dan masyarakat sekitar.

Tetapi ketidakpastian akan berakhirnya pandemi tentunya bisa mengikis kepercayaan diri seseorang. Sampai kapan situasi seperti ini akan terus berlangsung. Sementara, jiwa manusia butuh rasa tenang dan tenteram dalam menghadapi masa depan. Dalam situasi seperti ini, bagaimana agar bisa tetap tenang?

Sebagai umat islam, tentunya kita akrab dengan kalimat ini:

Allah SWT berfirman:

“(yaitu) orang-orang yang beriman lagi hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du : 28).

Dalam situasi pandemi COVID-19 yang belum berakhir, cara terbaik mendapatkan ketenangan jiwa yang hakiki ialah dengan mengingat Allah. Berdzikir, berdoa dan jika memungkinkan, lakukan istighotsah sebagai upaya memohon pertolongan dan bantuan dari Allah SWT. Sesungguhnya tidak ada yang bisa memberikan ketenangan selain Sang Maha Pencipta.

MEMPERINGATI ISRA MI’RAJ DAN KEMULIAAN SYA’BAN DENGAN ISTIGHOTSAH DAN DOA YATIM UNTUK BANGSA

Peringatan Isra Mi’raj pada situasi pandemi pasti berbeda dengan sebelumnya. Sudah sepantasnya untuk berempati terhadap kondisi saat ini dengan tidak melaksanakan perayaan secara berlebihan.

Dalam rangka menyambut Isra Mi’raj di bulan Maret 2021, Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa akan mengadakan kegiatan Istighotsah Akbar 100 anak yatim bertajuk, “Doa Yatim Untuk Bangsa”.

Menurut ajaran Islam, anak yatim merupakan seseorang yang istimewa dan dimuliakan oleh Allah SWT. Islam menganjurkan kita untuk menyantuni, merawat, mengasihi dan menyayangi anak yatim.

Untuk memuliakan anak-anak yatim yang akan menjadi peserta istighotsah, juga dilakukan pemberian paket bantuan sembako dan santunan yatim. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret 2021 ini akan berlangsung dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Rasulullah SAW bersabda,

“Tidaklah berkumpul suatu kaum Muslimin, lalu sebagian mereka berdoa, dan sebagian lainnya mengucapkan amin, kecuali Allah pasti mengabulkan doa mereka,” (HR al- Thabarani).

Saat ini bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia membutuhkan berakhirnya pandemi. Demi kesehatan jiwa dan raga, demi kestabilan ekonomi, demi lancarnya aktivitas sehari-hari, dan juga demi ketenangan hidup di dunia ini.

Selain ikhtiar dengan keilmuan dan kemampuan yang kita miliki, mari kita juga berikhtiar dengan memohon ampunan dan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Sesuai firmanNya, “Berdoalah kalian kepada-Ku pasti Aku ijabah doa kalian,” (QS al-Mu’min, 60).

Dan di antara doa-doa yang mustajab, terdapat doa anak yatim. “Ada seseorang yang datang kepada Rasulullah SAW dan mengeluh mengenai kekerasan hatinya. Nabi pun bertanya,”Suka kah kamu jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihanilah anak yatim, usaplah wajahnya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi”

Mari kita berikhtiar agar Allah SWT berkenan mengakhiri pandemi COVID-19 ini. Berikhtiar dengan turut serta memuliakan anak-anak yatim tentunya merupakan perbuatan mulia.

Semoga Allah SWT berkenan untuk mengampuni segala dosa-dosa kita serta berkenan pula kiranya Ia limpahkan tolong dan kurniaNya atas bangsa Indonesia sehingga pandemi dapat segera usai, kita semua dapat selamat dari wabah penyakit COVID-19 ini dalam kondis damai dan sejahtera serta selalu dimudahkan untuk memuliakan anak-anak yatim. Aamiin yaa rabbal alamin

 

Source: liputan6.com, tirto.id, nu.or.id


  Kembali