Cara Mengurangi Sampah (Zero Waste)

Apa bisa orang hidup tanpa sampah? Mungkin jawabannya sulit atau bahkan tidak mungkin. Apalagi di era kemudahan berbelanja online yang membuat gaya hidup semakin konsumtif seperti sekarang ini. Meski begitu, ternyata ada banyak sekali cara untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dari gaya hidup konsumtif.

Tahun 2019, Indonesia tercatat sebagai negara penghasil sampah sebanyak 67 juta ton. Tentu ini merupakan jumlah yang sangat banyak. Jika dibagi rata dengan jumlah penduduk Indonesia tahun 2015, artinya setiap warga menghasilkan hampir 250 kilo per tahun atau 0.7 kilo per hari.

Menurut data yang dilansir dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya (2019), sampah paling banyak adalah jenis organik yakni sekitar 40 juta ton dan jenis plastik yaitu 10 juta ton. Jika diamati, sebetulnya limbah plastik merupakan jenis sampah yang lebih mudah untuk ditangani.

 

Mengapa Harus Peduli?

Mungkin saat ini Anda berpikir kalau dampak negatif sampah tidak terasa langsung. Namun ternyata diluar sana, banyak orang yang mengalami kerugian akibat jumlah sampah yang tidak terkontrol. Berikut ini merupakan data publikasi dari Badan Pusat Statistik tentang lingkungan hidup Indonesia tahun 2018:

1. Permasalahan lingkungan dan kesehatan akibat sampah dan limbah semakin bertambah setiap tahunnya.
2. Status air sungai Indonesia saat ini dalam kondisi tercemar berat.
3. Sebanyak 25.1% desa mengalami pencemaran air.
4. Sebanyak 2.7% desa mengalami pencemaran tanah.
5. Sepanjang tahun 2016 hingga 2017, terjadi banjir sebanyak 1.805 (menelan 433 korban jiwa).
6. Angka kematian sebanyak 3.04% (standar seharusnya kurang dari 1%) akibat diare tahun 2016.

Angka-angka yang mengkhawatirkan diatas sebetulnya bisa dicegah dengan meningkatkan kepedulian plus aksi nyata sederhana. Namun nyatanya, menurut data Susenas Modul Ketahanan Sosial 2017, masyarakat yang membawa tas belanja sendiri baru sekitar 8,7%. Juga masyarakat yang mendaur ulang sampahnya sendiri baru sekitar 1.2%.

 

Apa itu Zero Waste?

Zero waste merupakan sebuah filosofi atau prinsip gaya hidup yang mendorong supaya setiap produk bisa digunakan kembali. Seseorang dengan prinsip zero waste akan menghindari penggunaan plastik sekali pakai supaya tidak menambah jumlah sampah di tempat pembuangan.

Zero waste tidak hanya bicara soal daur ulang, melainkan dimulai dari Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), dan Reuse (menggunakan kembali).

Ketika tiga hal tersebut tidak bisa, barulah dilakukan Recycle (mendaur ulang) dan Rot (membusukkan/mengomposkan). Mungkin awalnya akan terasa tidak sempurna, hal ini sangatlah wajar dan jangan sampai dijadikan alasan untuk memulai gaya hidup minim sampah.

Prinsip zero waste bukan tujuan akhir, melainkan sebuah proses. Karena setiap hal-hal kecil jika dilakukan terus-menerus dan bersama-sama, akan menghasilkan dampak yang sangat besar.

Berikut ini 53 cara mudah yang bisa Anda terapkan guna mengurangi sampah. Mungkin tidak langsung bisa direalisasikan semua, yang terpenting mari mulai dari sekarang!

1. Menolak penggunaan sedotan plastik ketika membeli minum di luar.

2. Selalu bawa botol minum ketika bepergian.

3. Gunakan saputangan sebagai pengganti tisu kertas.

4. Hindari atau tolak pemberian souvenir gratis yang tampak tidak dibutuhkan atau terlihat ringkih.

5. Meminjam atau mendaftarkan diri ke perpustakaan lokal untuk mengurangi pembelian buku.

6. Donasikan barang-barang yang masih bagus namun sudah tidak Anda gunakan.

7. Coba resep-resep menggunakan bahan alami ketika tidak enak badan guna menghindari pembelian obat-obat berkemasan plastik.

8. Ketika sikat gigi plastik Anda sudah tidak bisa digunakan, beralihlah ke sikat gigi dengan material bambu.

9. Gunakan handuk lama yang sudah tidak terpakai untuk keset atau serbet.

10. Sediakan kotak zero waste yang berisi tas jinjing belanja, sedotan, sendok, garpu atau bahkan gelas lipat setiap bepergian untuk mengurangi sampah.

11. Gunakan baju khusus untuk tidur beberapa kali, cuci ketika betul-betul kotor atau bau.

12. Buka jendela atau pintu rumah Anda agar sirkulasi udara lancar guna menghindari penggunaan AC terlalu sering.

13. Hindari penggunaan minyak kelapa sawit atau gunakan hanya sedikit saja setiap kali masak

14. Pakai wajan kecil untuk menggoreng makanan dalam jumlah sedikit.

15. Beli bahan-bahan makanan tanpa kemasan atau minim kemasan (beli sayuran di pasar tradisional misalnya).

16. Alih-alih berbelanja barang, alihkan stres Anda dengan bertemu teman-teman, berjalan kaki, yoga, atau olahraga lainnya.

17. Olah persediaan roti tawar Anda untuk menghindari jamur tumbuh dan agar tetap awet, misalnya saja dipanggang.

18. Pilih produk atau barang yang memiliki multifungsi. Misalnya: toples serbaguna, dan wajan serbaguna (bisa untuk olahan kuah dan menggoreng).

19. Berkomitmen untuk menggunakan tas kain/plastik khusus untuk belanja. (Kini tersedia banyak model lipat yang sangat praktis). Jika Anda lupa membawanya, segera pulang dan ambil tas itu. Sekali hal ini dilakukan, Anda akan selalu ingat untuk membawanya di kemudian hari.

20. Gunakan sabun batangan untuk mengurangi sampah plastik. Menggunakan sabun batangan juga lebih hemat.

21. Ganti bohlam Anda dengan jenis lampu LED (karena lebih ramah lingkungan dan tahan lama).

22. Alih-alih langsung menyalakan alat pemanas ruangan, gunakan sweater dan kaos-kaki setiap Anda merasakan kedinginan.

23. Tutup keran air selama Anda menggosok gigi.

24. Coba membuat deodoran, masker, atau krim harian Anda dari bahan-bahan alami.

25. Menggunakan pembalut dan popok kain ketika di rumah.

26. Hindari berbelanja impulsif (hanya keinginan sesaat karena diskon atau menarik, bukan karena kebutuhan).

27. Belanja sayur dan buah di pasar tradisional karena minim plastik kemasan.

28. Membuat perencanaan menu untuk menghindari bahan makanan yang tidak terpakai.

29. Mencabut kabel colokan ketika tidak digunakan.

30. Membeli produk-produk lokal.

31. Mencoba memperbaiki barang-barang yang rusak sebelum langsung membuangnya.

32. Meminjam barang-barang yang jarang digunakan kepada teman (misalnya saja, meminjam perlengkapan naik gunung ketika akan berlibur).

33. Simpan makanan dengan baik supaya tidak cepat basi dan menjadi sampah.

34. Mempelajari cara mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dengan peralatan sederhana.

35. Membuat atau menggunakan cairan pembersih serbaguna untuk berbagai area di dalam rumah.

36. Usahakan untuk menolak bungkus plastik saat berbelanja online.

37. Membawa bekal makanan sendiri.

38. Belajar untuk menumbuhkan kembali aneka bahan makanan (misalnya: daun bawang dan aneka rimpang-rimpangan seperti laos, jahe dan sebagainya).

39. Kurangi pemakaian mesin pengering untuk jenis bahan-bahan kain yang cepat kering.

40. Membawa termos minum sendiri saat membeli minuman atau minta gelas porselen saat minum di kafe.

41. Gunakan mesin pencuci piring atau mesin cuci pakaian sesuai kapasitas maksimal. Jika hanya sedikit, sebaiknya dicuci secara manual saja.

42. Jangan ragu untuk berjalan kaki untuk jarak-jarak yang bisa diempuh kurang dari 30 menit.

43. Gunakan serbet kain untuk menghindari penggunaan tisu dapur.

44. Pilih baterai yang bisa diisi ulang daripada yang sekali pakai.

45. Kurangi penggunaan bungkus kado yang berlebihan, gunakan kertas bekas atau lebih baik tidak usah sama sekali (berikan langsung saja karena barang-barang tersebut biasanya sudah ada kemasannya).

46. Ganti penggunaan alat pencukur plastik sekali pakai dengan pencukur berbahan stainless steel.

47. Pilih teh seduh dengan kemasan besar sekaligus, hindari penggunaan teh celup.

48. Gunakan alat transportasi umum sebisa mungkin.

49. Menggunakan kedua sisi kertas saat mencetak dengan printer, menulis atau menggambar.

50. Upayakan meminimalisir tagihan dalam bentuk surat kertas (minta kirim dalam bentuk surat elektronik).

51. Saat ini banyak orang menjual barang bekas dengan kondisi yang masih sangat layak pakai, gunakan kesempatan ini. Selain murah, Anda juga berkontribusi untuk tidak menambah jumlah limbah.

52. Membawa wadah-wadah sendiri ketika akan membeli makanan atau saat berbelanja tahu, ikan, daging, ayam dan lain sebagainya. Selain itu, sediakan wadah makanan kecil untuk menampung makanan Anda yang tidak habis saat sedang di luar.

53. Bergabung di komunitas yang peduli dengan lingkungan. (Misalnya; Goodlife Society)


Kondisi sampah di Indonesia saat ini sudah menunjukkan kondisi yang darurat, sehingga butuh kepedulian dari seluruh lapisan. Untuk menumbuhkan kepedulian memang harus dilakukan mulai dari pemerintah, pihak swasta dan masyarakat sebagai penyumbang terbesar sekaligus penerima dampak negatif pencemaran.

Terakhir dan yang paling penting dalam memulai untuk mengurangi produksi sampah adalah dengan menanyakan betul diri Anda sebelum membeli barang. Apakah Anda membeli hanya karena itu murah, diskon, dan sedang tren? Atau barang itu betul-betul urgent untuk dimiliki.

Mungkin terlalu muluk jika dalam hitungan setahun atau dua tahun lingkungan sekeliling Anda menjadi zero sampah alias zero waste. Karena prinsip zero waste sendiri bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebagai sikap bijak atau bukti nyata bahwa Anda betul-betul peduli dengan lingkungan.

Ayo mulai sekarang! (SU)


  Kembali