Tahukah Kamu, Apa Itu Lahan Basah?

5 Februari 2024|Artikel|Bagikan :

Tahukah Kamu,

Apa Itu Lahan Basah?

 

Hari Lahan Basah Sedunia merupakan kesempatan bagi masyarakat dunia untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem lahan basah. Lahan basah artinya suatu wilayah atau ekosistem yang secara periodik atau terus-menerus tergenang oleh air, baik itu air tawar, air asin, atau campuran keduanya.

Di Indonesia, lahan basah mencakup beragam habitat, termasuk rawa, mangrove, dan danau, yang memberikan tempat tinggal bagi berbagai jenis flora dan fauna endemik. Sebagai anggota Konvensi Ramsar sejak tahun 1991, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan memelihara keberlangsungan lahan basah tersebut.

Meskipun memiliki peran yang penting, sebagian besar lahan basah di dunia mengalami degradasi yang signifikan sejak abad ke-18. Data menunjukkan bahwa sekitar 90% lahan basah telah mengalami kerusakan yang mengancam keberlanjutan ekosistem ini. 

Oleh karena itu, Hari Lahan Basah Sedunia menjadi ajang untuk menyuarakan perlunya tindakan konservasi dan restorasi lahan basah. Tema Hari Lahan Basah Sedunia tahun 2024, “Wetlands and Human Wellbeing”, memperjelas hubungan antara keberadaan lahan basah dengan kesejahteraan manusia. 

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia juga menandai upaya global untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen dalam melindungi ekosistem lahan basah. Melalui peningkatan pemahaman masyarakat tentang manfaat dan kepentingan lahan basah, diharapkan akan muncul dukungan yang lebih besar dalam menjaga keberlangsungan ekosistem ini.

Masyarakat, pemerintah, dan organisasi lingkungan dapat bersatu dalam upaya menjaga dan memanfaatkan lahan basah secara berkelanjutan. Ketahui lebih lanjut tentang pengertian, jenis, dan contoh lahan basah. Pahami juga manfaat lahan basah bagi keberlanjutan lingkungan secara global.

Pengertian dan Jenis-Jenis Lahan Basah

Melansir laman resmi PBB, lahan basah artinya ekosistem di mana air menjadi faktor utama yang mengontrol lingkungan serta kehidupan tumbuhan dan hewan yang terkait. Walaupun hanya mencakup sekitar 6% dari luas daratan bumi, lahan basah menjadi rumah bagi 40% dari seluruh spesies tumbuhan dan hewan yang hidup atau berkembang biak di sana.

Beberapa contoh lahan basah di indonesia yang telah diakui dalam Konvensi Ramsar di antaranya Taman Nasional Berbak di Jambi, Danau Sentarum di Kalimantan Barat, Suaka Margasatwa Pulau Rambut (DKI Jakarta), Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai di Sulawesi Tenggara, Taman Nasional Sembilang di Sumatera Selatan, Taman Nasional Wasur di Papua, dan Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah.

lahan basah di Indonesia

Jenis-jenis lahan basah sangat beragam, dan masing-masing memiliki karakteristik dan manfaatnya sendiri. Secara umum, lahan basah dapat dibagi menjadi lahan basah alami dan buatan, namun jenis-jenisnya lebih spesifik. 

Jenis-jenis lahan basah antara lain:

1. Lahan Gambut

Lahan gambut terbentuk dari akumulasi bahan tanaman mati yang membusuk. Lahan gambut juga dikenal karena kandungan bahan organiknya yang tinggi yang membuatnya menjadi lahan yang subur dan penting bagi kehidupan fauna.

Indonesia memiliki sebagian besar lahan gambut di dunia. Ini penting menjaga ketersediaan air, menyediakan sumber daya alam, dan menyimpan karbon yang berperan dalam perubahan iklim global. 

2. Kawasan Rawa

Rawa adalah lahan basah yang selalu tergenang air sepanjang tahun. Kawasan ini memainkan peran penting sebagai habitat bagi berbagai spesies dan juga sebagai pembersih alami lingkungan. Di Indonesia, banyak kawasan rawa yang telah dikonversi menjadi lahan pertanian atau perkebunan. Oleh karenanya, konservasi lahan basah perlu terus digencarkan.

3. Hutan Mangrove

Hutan mangrove yang tumbuh di wilayah tropis dan subtropis menyediakan habitat bagi berbagai flora dan fauna. Selain itu, hutan mangrove juga memberikan manfaat ekologis yang besar, seperti perlindungan terhadap abrasi pantai dan penahan pasang surut air laut.

4. Lahan Basah Mineral

Lahan basah mineral terbentuk di pinggiran sungai atau delta. Ekosistem ini memiliki peran penting dalam menangkap sedimen dan mendaur ulang nutrisi. Meskipun kandungan mineralnya kurang baik, jenis lahan basah ini tetap memberikan kontribusi penting.

5. Lahan Basah Dataran Tinggi

Lahan basah dataran tinggi memiliki peranan dalam menyimpan air, menangkap sedimen, dan menjaga kualitas air. Kawasan ini juga menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa dan tumbuhan serta berfungsi untuk mengurangi erosi dan menjaga aliran air.

6. Kawasan Riparian

Kawasan riparian merupakan peralihan antara sungai dan daratan yang memberikan perpaduan lingkungan perairan dan daratan. Vegetasi riparian berperan penting sebagai habitat satwa, pencegah erosi, dan menjaga kualitas air sungai.

7. Lahan Basah Artik

Lahan basah artik meliputi lahan gambut, sungai, danau, dan teluk dangkal yang mencakup sebagian besar permukaan di kutub utara. Selain menjadi habitat unik bagi flora dan fauna, lahan basah artik juga menyimpan cadangan karbon yang besar dan membantu mengurangi perubahan iklim global.

lahan basah salah satu contohnya adalah sungai dan danau

Manfaat Lahan Basah

Keberadaan lahan basah memiliki nilai penting bagi keberlangsungan manusia dan alam karena memberikan manfaat yang besar. Manfaat lahan basah meliputi bidang lingkungan, iklim, ekologi, ekonomi, dan estetika dalam konteks pembangunan berkelanjutan. 

Keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh lahan basah berdampak besar terhadap kesehatan manusia, pasokan pangan, pariwisata, dan lapangan pekerjaan. Lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia bergantung pada lahan basah untuk mencari nafkah, yang setara dengan sekitar satu dari delapan orang di bumi.

Beberapa manfaat lahan basah antara lain:

1. Keanekaragaman Hayati

Lahan basah merupakan habitat alami bagi banyak spesies tumbuhan dan hewan, termasuk spesies langka yang terancam punah. Keanekaragaman hayati ini memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memelihara rantai makanan.

2. Penyaringan Air

Manfaat lahan basah Lainnya yaitu sebagai penyaring alami bagi air. Lahan basah mampu menyaring polutan dan limbah dari air, sehingga meningkatkan kualitas air yang mengalir ke sungai, danau, dan laut. Proses ini membantu menjaga kebersihan dan kesehatan ekosistem air.

3. Pencegahan Banjir

Lahan basah mampu menyerap dan menyimpan air hujan secara efisien. Dengan demikian, lahan basah berperan sebagai reservoir alami yang dapat mengurangi risiko banjir di daerah sekitarnya. Tanpa lahan basah, air hujan akan cenderung langsung mengalir ke sungai atau laut yang bisa meningkatkan risiko banjir.

4. Pengurangan Dampak Perubahan Iklim

Lahan basah menyimpan karbon dalam jumlah besar, sehingga dapat membantu mengurangi konsentrasi karbon dioksida dalam atmosfer. Oleh karena itu, pelestarian lahan basah dapat membantu mitigasi perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca.

hutan mangrove merupakan salah satu contoh lahan basah

5. Pendukung Ekonomi

Lahan basah menyediakan berbagai sumber daya alam yang mendukung kehidupan manusia. Termasuk sebagai sumber air bersih, tempat bagi budidaya ikan dan tanaman air, serta mendukung kegiatan pariwisata alam. Selain itu, beberapa komunitas bergantung pada lahan basah untuk mata pencaharian mereka, seperti nelayan dan petani.

Tidak terkecuali sungai-sungai di Indonesia yang melintasi kepulauan membawa kekayaan ekologis yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat. Sungai-sungai ini memainkan peran penting dalam mendukung pertanian, menyediakan air untuk irigasi, dan menjaga keseimbangan ekosistem di sekitarnya.

Di sepanjang tepian sungai, masyarakat sering kali mengembangkan kehidupan dan kegiatan ekonomi mereka. Banyak desa dan kota yang tumbuh dan berkembang di sepanjang sungai di Indonesia. 

Hari Lahan Basah Sedunia adalah momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian ekosistem yang beragam ini. Lahan basah artinya lebih dari sekadar wilayah terendam air, melainkan juga ekosistem kompleks yang mendukung kehidupan flora dan fauna. 

Upaya pelestarian lahan basah menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlangsungan alam dan menyediakan kesejahteraan bagi masyarakat. Langkah-langkah konkret seperti pengelolaan yang berkelanjutan, penghentian aktivitas merusak, dan edukasi masyarakat tentang pentingnya lahan basah harus digiatkan secara aktif.