Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lanjut Usia (Lansia) Internasional. Hari Lansia sendiri diawali dari gerakan “Vienna International Plan of Action on Ageing” di Kota Wina, Austria sampai akhirnya diresmikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di tanggal 14 Desember 1990. 

Jumlah lansia yang terus bertambah karena angka harapan hidup manusia di dunia terus mengalami peningkatan dengan perbandingan di tahun 1950 rata-rata usia tertua penduduk dunia adalah 46 tahun, sedangkan di tahun 2010 angka harapan hidup penduduk dunia mencapai usia 68 tahun. Hal ini terjadi berkat kemajuan di dunia kedokteran dan kesehatan. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membagi batasan umur lansia menjadi 4 bagian, yaitu:

  • Usia pertengahan (middle age), usia 45-59 tahun.
  • Usia Lanjut usia (elderly), usia 50-74 tahun. 
  • Usia Lanjut usia tua (old), usia 75-90 tahun. 
  • Usia sangat tua (very old), usia diatas 90 tahun. 

Saat ini jumlah populasi lansia di dunia terus bertambah dan menjadi satu fenomena yang menjadi perhatian PBB dan  WHO. Di tahun 2019, ada sekitar 703 juta penduduk yang berusia di atas 65 tahun. Jumlah populasi lansia ini diprediksi akan bertambah menjadi sekitar 1.5 miliar penduduk di tahun 2050 atau bisa dikatakan bahwa 1 dari 6 orang di dunia akan berusia 65 tahun ke atas di tahun 2050. 

Asia Timur dan Asia Tenggara serta Amerika Latin dan Karibian menjadi wilayah yang memiliki jumlah pertumbuhan penduduk lanjut usia tercepat. Di  Indonesia sendiri berdasarkan sensus penduduk 2020, jumlah penduduk berusia di atas 60 tahun mencapai 28,7 juta penduduk atau sekitar 10,6% dari jumlah total penduduk Indonesia. 

Seiring dengan bertambahnya jumlah lansia yang terus bertambah, kesehatan dan kesejahteraan para lansia menjadi satu hal yang diperhatikan oleh PBB dan  WHO hingga menjadi salah satu agenda dalam Sustainable Development 2030, yaitu memastikan seluruh penduduk dunia memiliki kehidupan yang sehat dan sejahtera di segala usia, termasuk usia lansia.

Sayangnya, dengan meningkatnya jumlah lansia maka akan bertambah pula masalah degeneratif yang terjadi akibat adanya perubahan pada sel-sel tubuh yang mempengaruhi fungsi organ  tubuh dan penyakit-penyakit Tidak Menular  (PTM) seperti diabetes, hipertensi, gangguan kesehatan jiwa seperti depresi, demensia, sulit tidur. 

Maka dari itu diperlukan berbagai upaya untuk memastikan para lansia dapat memiliki kehidupan yang sehat dan sejahtera. Di Indonesia sendiri, para lansia mengalami berbagai tantangan seperti kurang memadainya pelayanan dan sarana publik yang ramah lansia. Saat ini di Indonesia sendiri hanya ada 88 Rumah Sakit yang memiliki pelayanan khusus untuk lansia. 

Selain itu, ada juga lansia yang mengalami kekerasan di dalam rumah atau ditelantarkan oleh anak dan cucu mereka, tercatat bahwa sekitar 40,64% lansia saat ini tinggal bersama tiga generasi, para lansia, anak dan cucu mereka.Dengan kondisi kebanyakan para lansia yang sudah tidak lagi mampu mandiri, harus bergantung kepada anak cucu mereka, baik secara ekonomi maupun secara aktivitas harian yang membutuhkan bantuan orang lain.

Bahkan, beberapa lansia terpaksa harus dikirimkan ke rumah Jompo akibat keluarga yang mulai merasa tidak sanggup merawat mereka karena penyakit seperti demensia atau alzheimer yang kerap menimpa para lansia. 

Dikutip dari tempodotco, ada sekitar 46 juta jiwa di dunia yang menderita penyakit alzheimer dan 22 juta jiwa berada di Asia. Di Indonesia sendiri, di tahun 2013 jumlah penderita alzheimer ada sekitar 1 juta orang dan diperkirakan akan meningkat menjadi 4 juta orang di tahun 2050. 

Tantangan lainnya bagi para lansia adalah hampir kebanyakan memiliki PTM kronis lebih dari satu, bahkan bisa lima atau enam penyakit dan banyak para lansia yang meninggal akibat tidak mendapatkan pelayanan yang komprehensif untuk penyakit mereka.

Sehat dan Sejahtera, Berbagi Bersama Lansia dan Penyandang Polio

Salah satu alasan mengapa banyak lansia yang meninggal adalah tidak mendapatkan pelayanan yang komprehensif untuk penyakit mereka dan beberapa tidak mendapatkan pelayanan karena para lansia tidak menjalani medical check up secara rutin sehingga tidak mengetahui kondisi tubuh mereka. 

Padahal pemeriksaan kesehatan seharusnya dilakukan setiap setahun sekali, terutama bagi para lansia guna mengetahui apabila ada penyakit dan dapat segera mendapatkan penanganan untuk penyakitnya. 

Sayangnya, banyak para lansia tidak dapat menjalani pemeriksaan rutin tahunan karena tidak memiliki biaya untuk memeriksakan tubuh mereka. Hal ini yang menginisiasi YBKB for humanity (YOU) untuk melaksanakan kegiatan cek Kesehatan bagi 100 lansia.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan kepada 100 lansia, program dari bidang YOU kali ini juga turut dilaksanakan guna memperingati Hari Polio Sedunia pada tanggal 24 Oktober dengan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada 10 penyandang polio. 

Kegiatan bertajuk “Cek Kesehatan 100 Lansia dan 10 Penyandang Polio: Sehat dan Sejahtera, Berbagi Bersama Lansia dan Penyandang Polio” ini insya Allah akan dilaksanakan di Hari Minggu, 31 Oktober 2021. 

Medical Check Up bagi 100 lansia dan 10 penyandang polio akan diselenggarakan di Kantor Pusat YBKB yang berlokasi di Graha Cerdas Mandiri, Jl. Raya Tengah No. 22 Rt. 008 Rw. 008 Gedong Sabtu, 30 Oktober 2021 / 09.00 WIB Pasar Rebo, Jakarta Timur

Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan para lansia dan penyandang polio yang berada di lingkungan kantor pusat YBKB. Serta dapat meringankan beban para penyandang polio dan keluarganya. 

Selain itu, diharapkan setelah terselenggaranya kegiatan ini, para lansia dan penyandang polio beserta keluarga dapat semakin memperhatikan kesehatan dan sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. 

Insya Allah kegiatan “Cek Kesehatan 100 Lansia dan 10 Penyandang Polio” ini akan dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut:

  • Para peserta pemeriksaan kesehatan akan mendaftarkan diri yang sudah didata oleh panitia akan mendaftarkan ulang diri mereka. 
  • Dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis yang dilanjutkan dengan berkonsultasi ke dokter. 
  • Setelah itu pengambilan obat dan vitamin sesuai yang diresepkan oleh dokter.
  • Acara  akan ditutup dengan pemberian santunan dan goodie bag berisi bahan-bahan pokok bagi para peserta pemeriksaan kesehatan.

Kami memohon doa dan dukungan para Sahabat Dermawan semoga seluruh kegiatan Cek Kesehatan 100 Lansia dan 10 Penyandang Cacat yang akan diadakan di akhir Oktober ini dapat berjalan sesuai rencana dan dapat berjalan lancar dan baik. Aamiin ya rabbal’alamiin. 

Bagi yang ingin turut membantu agar kegiatan ini dapat terlaksana, kami membuka pintu seluas-luasnya. Insya Allah kepedulian dan perhatian para Sahabat Dermawan akan sangat berarti bagi para peserta kegiatan ini. 

Mari tunjukkan kepedulian kepada para lansia dan penyandang polio yang saat ini mulai banyak ditelantarkan oleh orang-orang di sekitar kita. Mereka berhak mendapatkan kehidupan yang layak  dan sejahtera seperti kita. 

 


  Kembali