Bulan September adalah Hari Literasi Internasional yang dirayakan sejak tahun 1967. Tujuan ditetapkannya Hari Literasi Internasional adalah agar seluruh penduduk di dunia mendapatkan Hak Asasi Manusia (HAM: dapat melek aksara atau melek huruf. 

Namun sayangnya, di tahun 2021 masih banyak penduduk di dunia yang tidak bisa membaca dan menulis karena berbagai hal, seperti ketidaksetaraan gender, kemiskinan, emigrasi, status ekonomi dan lainnya. 

Padahal, salah satu faktor yang dapat meningkatkan taraf hidup seseorang adalah mampu membaca dan menulis. Dengan kemampuan baca tulis, mereka dapat mempelajari hal-hal baru yang dapat menambah pengetahuan dan keterampilan mereka. Sehingga dapat digunakan untuk mendapatkan penghasilan baik sebagai pekerja maupun sebagai pembuka lapangan kerja. 

Di Indonesia sendiri ternyata masih ada penduduk yang masih buta aksara atau buta huruf, yaitu sekitar 2,96 orang atau 1,71 persen penduduk Indonesia tidak bisa membaca. 

Selain buta huruf atau buta aksara, salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintah adalah rendahnya minat baca bagi anak-anak yang sudah mampu untuk baca tulis. 

Berbagai faktor menjadi penyebab akan rendahnya minat baca anak-anak, salah satunya adalah kurangnya akses untuk membaca. Ironisnya, hal ini terjadi di Kota Jepara yang notabene dikenal sebagai Kota Literasi. 

Meskipun Kota Jepara meraih predikat “Best of the Best” Perpustakaan Daerah Kabupaten/Kota terbaik di Indonesia, ternyata minat baca anak-anak di Jepara hanya ada di angka 1 persen. Seperti disebutkan di atas, salah satu faktor rendahnya minat baca anak adalah kurangnya akses untuk membaca. 

Hal ini terjadi di Desa Kepuk, Jepara. Dimana anak-anak harus menempuh jarak berkilo-kilometer untuk menuju perpustakaan atau taman baca yang terdekat dengan desa mereka. 

Selain rendahnya minat baca di Desa Kepuk, ada sebuah kesenian yang mulai punah karena tidak ada penerusnya: Budaya Emprak yang merupakan cikal bakal kesenian Ketoprak. 

Sedekah Buku Jepara: Menjaga Literasi, Merawat Tradisi 

Berangkat dari rasa kepedulian, Alhamdulillah bidang YBKB Educates People (YUP) telah melaksanakan program Sedekah Buku Jepara: Menjaga Literasi, Merawat Tradisi yang diresmikan di tanggal 2 Oktober 2021. 

Alhamdulillah atas izin Allah SWT dan doa serta dukungan para Sahabat Dermawan, program Sedekah Buku Jepara yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak-anak dan warga di Desa Kepuk telah diselenggarakan dengan baik dan lancar dengan tetap melaksanakan Protokol Kesehatan. 

Acara Peresmian Sedekah Buku Jepara berkolaborasi dengan Rumah Belajar Ilalang yang berfokus kepada literasi dan kebudayaan yang berlokasi di Kota Jepara. 

Alhamdulillah acara ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh setempat seperti:

  • Bu Dian Kristiandi, S.Sos selaku Bupati Jepara yang diwakili oleh Bapak Amin Ayahudi sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Jepara. 
  • Pak Agus Tri Harjono, S.H., M.M selaku Kepala Dinas Pendidikan Jepara.
  • Pak Sawi, S.Pd, selaku Kepala Desa Kepuk. 
  • Pak Nur Yoto dan Pak Jatimiko sebagai tokoh masyarakat Desa Kepuk.
  • Pak Ahmad Koliq, Ketua KPOTI (Ketua Permainan Rakyat & Olahraga Tradisional Indonesia) Jepara.
  • Perwakilan berbagai Taman Baca: TBM Az-Zahwa, TBM Capung, TBM Iskarima. 

Registrasi Peserta dan Tamu Undangan

Sebelum dimulainya rangkaian kegiatan Sedekah Buku Jepara: Menjaga Literasi, Merawat Bangsa, seluruh peserta dan tamu undangan melakukan pendaftaran dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dimana seluruh peserta wajib menggunakan masker. 

Panitia juga menyediakan handsanitizer dan masker bagi peserta dan tamu undangan yang membutuhkan masker. Selain dengan penyediaan handsanitizer  dan masker, panitia juga membatasi jumlah peserta dan tamu undangan guna mencegah penyebaran virus Covid-19. 

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya 3 Stanza dan Mars Jepara

Setelah acara dibuka oleh MC, acara dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya 3 Stanza dengan tujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta kepada tanah air Indonesia dan sebagai bentuk doa agar Ibu Pertiwi dapat lekas pulih dan bangkit setelah terpuruk akibat Pandemi Covid-19. 

Selain Lagu Indonesia Raya 3 Stanza, para peserta dan tamu undangan juga turut menyanyikan lagu Mars  Jepara dengan penuh semangat. 

Sambutan-Sambutan

Usai menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia dan Mars Jepara, acara dilanjutkan dengan pemberian sambutan oleh Ketua Pelaksana Kegiatan, Kak Saddam Muhammad yang melaporkan tentang laporan kegiatan Sedekah Buku Jepara.

Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Rumah Belajar Ilalang, Kak Den Hasan, yang turut berkolaborasi dengan YBKB di Sedekah Buku Jepara. 

Setelah itu sambutan diberikan oleh Ketua Umum YBKB, Pak Putra Aditiya Hidayat, S.H. Beliau menyampaikan bahwa event Sedekah Buku Jepara ini merupakan program awal dalam upaya meningkatkan literasi di Desa Kepok dan semoga perencanaan pembangunan sanggar budaya dan Taman Bacaan Masyarakat di Desa Kepuk dapat segera direalisasikan. 

Sambutan berikutnya dilanjutkan oleh Kepala Desa Kepuk, Pak Sawi, S.Pd, Kepala  Dinas Pendidikan, Pak Agus Tri Harjono, S.H., M.M  dan diakhiri dengan sambutan dari Bupati Jepara yang diwakili oleh Bapak Amin Ayahudi selaku Sekretaris Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Jepara. 

Penampilan Kesenian

Usai pemberian sambutan dari berbagai tokoh undangan, acara dilanjutkan dengan penampilan kesenian Tari Kridha Jati yang merupakan tarian khas Jepara. Diharapkan dengan Sedekah Buku Jepara ini tidak hanya membangkitkan budaya membaca, namun juga membangkitkan kegiatan berkesenian di kota asal Emprak ini. 

Selain Tari Kridha Jati, adik-adik sanggar Gama Petra dari Rumah Belajar Ilalang  juga turut memberikan persembahan tarian di acara yang dinaungi oleh YUP. 

Pembagian Santunan Pendidikan 

Setelah menyaksikan kesenian yang indah persembahan dari warga Desa Kepuk, Pembagian Santunan Pendidikan kepada 50 anak di Desa Kepuk.  Selain pembagian santunan kepada 50 anak di Desa Kepuk, YBKB juga menyalurkan bantuan berupa buku bacaan sebanyak 500 eksemplar. 

Diharapkan dengan adanya buku bacaan ini akan kembali meningkatkan minat baca para anak-anak dan warga di Desa Kepuk karena mereka tidak perlu menempuh jarak belasan kilometer untuk menuju lokasi taman baca atau perpustakaan terdekat. 

Peletakkan Batu Pertama untuk Pembangunan Sanggar Budaya dan Taman Baca Masyarakat

Acara dilanjutkan dengan peletakkan batu pertama yang diwakili oleh para tokoh masyarakat sebagai awal mula perencanaan pembangunan sanggar budaya dan Taman Baca Masyarakat (TBM) di Desa Kepuk, Jepara, Jawa Tengah. 

Mohon doa dan dukungannya agar rencana pembangunan budaya dan TBM di Desa Kepuk dapat berjalan dengan lancar dan sesuai rencana agar literasi di Kota Literasi dapat terus terjaga dan tradisi budaya di Kota Jepara dapat terus hidup dan tidak tergerus oleh zaman. 

Penutupan

Alhamdulillah acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan kepada para tokoh masyarakat dan diakhiri dengan pembacaan doa. Harapan dan doa agar minat baca di Indonesia, Desa Gepuk, Jepara khususnya dapat meningkat. Serta doa agar kebudayaan yang ada di Jepara ini terus hidup dan tidak punah karena ada para generasi muda yang meneruskannya. Aamin ya rabbal’alamiin.

 

Keluarga besar YBKB dan warga Desa Kepuk mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang turut berpartisipasi dalam kegiatan Sedekah Buku Jepara dapat berjalan dengan lancar dan baik. Tak lupa kami ucapkan salam hormat dan terima kasih seluas-luasnya kepada para Sahabat Donatur yang turut memberikan doa dan dukungan kepada YBKB sehingga kami dapat melaksanakan program di Hari Literasi ini. 

Semoga Allah melimpahkan karunia dan berkahnya kepada seluruh pihak yang turut terlibat dalam kegiatan ini dan para donatur yang telah memberikan kepeduliannya di dunia literasi. Semoga Allah senantiasa memberikan perlindungan dan kesehatan kepada kita semua sehingga kita dihindarkan dari segala mara bahaya dan penyakit. Aamiin ya rabbal’alamiin. 

 


  Kembali