Sedekah Jumat di Masa Pandemi

Pandemi telah memberi dampak besar tak hanya bagi kesehatan, namun juga ekonomi.

Dengan berbagi Sedekah Jumat berarti kamu turut meringankan beban saudara-saudara kita dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang terdampak secara ekonomi di masa sulit ini.
Sedekah Jumat wujud solidaritas terhadap umat.
Saatnya tunjukkan rasa peduli, berbagi kebaikan melalui Sedekah Nasi

Kategori:

Deskripsi

KEUTAMAAN SEDEKAH JUMAT

Hari Jumat adalah hari yang paling utama dan berkah dibandingkan dengan hari-hari yang lain. Pada hari Jumat Rasulullah menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amalan, termasuk sedekah.

Pahala Dilipatgandakan

Hadist riwayat Abi Syaibah, “Sedekah itu dilipatgandakan pahalanya pada hari Jumat (yakni bila sedekah itu pada hari Jumat, maka pahala berlipat ganda dari hari-hari lain.”

Didoakan Malaikat

Apabila seorang muslim bersedekah di hari Jumat pagi, maka dirinya akan mendapatkan keutamaan seperti sabda Nabi Muhammad SAW.”Setiap pagi hari di mana para hamba berada di dalamnya, ada dua malaikat yang turun seraya malaikat pertama berdoa; ‘Ya Allah, berikanlah bagi orang yang bersedekah ganti. Dan malaikat satunya lagi berdoa; ‘Ya Allah, berikanlah bagi yang tidak mau bersedekah (pelit) kebinasaan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Membuka Pintu Rezeki

“Barangsiapa yang orientasinya adalah urusan akhirat, niscaya Allah meletakkan kekayaannya di dalam jiwanya. Sebagaimana Allah juga akan menyatukan urusannya dan kekayaan dunia akan menghampirinya dengan mudah.” (HR. At Tirmidzi)

Setara dengan Pahala Sedekah di bulan Ramadhan

“Sesungguhnya shadaqah pada hari Jum’at itu memiliki kelebihan dari hari-hari lainnya. Shadaqah pada hari itu dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti shadaqah pada bulan Ramadhan jika dibandingkan dengan seluruh bulan lainnya.” Zaadul Ma’aad (I/407)

Membawa Syafaat di Hari Akhir

“Naungan orang mukmin pada hari Kiamat kelak adalah shadaqahnya” Hasan: Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, dinilai shahih oleh al-Albani yang terdapat dalam kitab Shahiih at-Targhiib (no. 872).

Donatur

Rp. 100.000

Puti Bunga