Rp. 5.500.000

terkumpul dari Rp. 48.000.000

11.46 % tercapai

77 hari lagi

Kategori:

Deskripsi

Pendidikan merupakan satu indikator utama untuk mengukur kemajuan suatu negara. Dan tingkat literasi merupakan parameter utama untuk pengukuran kualitas suatu sistem pendidikan.

Negara Finlandia yang menduduki peringkat 5 untuk sistem pendidikan terbaik dunia (1), ternyata merupakan negara dengan tingkat literasi (kemampuan membaca dan menulis) paling tinggi di dunia. Sedangkan indonesia, berada jauh di peringkat ke 61. (2)

Jika diperhatikan, negara berliterasi tinggi rata-rata mewajibkan siswa sekolahnya membaca sejumlah buku tertentu sebagai standar kelulusan. Pada tahun 1939, program serupa juga ternyata pernah dilakukan di sekolah AMS-Hindia Belanda (3), Namun kini program tersebut seperti lenyap entah kemana.

Sebagai anak-anak yang tumbuh dan hidup di era digital, kami mendapati bahwa menjadikan kebiasaan membaca buku sebagai aktifitas yang digemari adalah sebuah tantangan besar.

Selama tiga tahun terakhir program kelas belajar di Rumah Belajar Kita berjalan, kami menilai belum cukup berhasil membuat anak-anak didik memiliki hobi membaca. Ini bisa dilihat dari hasil survei yang kami lakukan terhadap 100 anak-anak didik dengan range usia 5-15 tahun di delapan titik kegiatan Rumah Belajar Kita.

Hasil survei menyatakan lebih dari 60% anak tidak memiliki koleksi buku bacaan, ironisnya, lebih dari 40% anak menyatakan jarang mengunjungi perpustakaan umum dan toko buku untuk sekedar membaca. Bahkan 10% diantaranya belum pernah mengunjungi keduanya.

Atas dasar itulah kami berinisiatif untuk membuat sebuah program dalam rangka menghadirkan budaya membaca buku di Indonesia.

Tujuan Program

Tujuan utama dari program ini adalah untuk memantik semangat dan minat membaca buku khususnya di kalangan anak-anak dengan memberikan akses buku-buku berkualitas dan menarik bagi anak-anak.

Tidak hanya fasilitas buku, program ini juga bertujuan untuk mendorong para relawan pengajar dan anak muda Indonesia untuk bisa menjadi fasilitator yang bisa menghidupkan buku, sehingga membuat anak-anak menjadi gemar membaca buku.

Fakta Tentang Minat Baca Anak Indonesia

1. Peringkat literasi Indonesia berada di posisi kedua terbawah dari 61 negara.(4)
2. Hasil Pengukuran Minat Baca Siswa di 11 Wilayah DKI Jakarta memiliki nilai yang rendah 2.24 (skala 4.0) (5)
3. Diantara 1000 orang Indonesia, hanya ada 1 orang yang benar-benar berminat baca buku. (6)

Penyebab Rendahnya Minat Baca Masyarakat Indonesia (7)

1. Minimnya akses terhadap buku.
2. Rendahnya daya beli buku.
3. Tidak pernah diperkenalkan kepada buku sejak dini

 

SUMBER:

(1) https://worldtop20.org/
(2) The World’s Most Literate Nations (WMLN) Penelitian yang dilakukan oleh Jhon W. Miller, Presiden Central Connecticut State University, New Britain
(3) DARI PASAR DJOHAR KE DJALAN KEDJAKSAAN Oleh: Taufiq Ismail[Seminar Nasional Pengembangan Model Pembelajaran Sastra yang Komunikatif dan Kreatif, Universitas Negeri Semarang, Ahad, 7 Juni 2009]
(4) World’s Most Literate Nations oleh Central Connecticut State University tahun 2016
(5) Nandha Julistya, S.SOS, M.KESOS (Ketua Forum TBM DKI Jakarta), 2016
(6) UNESCO, 2010
(7) Menurut: Ibnu Wahyudi, pengamat sastra dan pengajar penulisan kreatif dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia

Donatur