Karier Protean bagi Guru

22 Januari 2024|Artikel|Bagikan :

Karier Protean

bagi Guru

 

Apa itu karier protean? Karier protean atau protean career adalah bentuk pengembangan karier yang lebih mengutamakan inisiatif dan kendali pribadi, daripada terpaku pada norma atau struktur organisasi. Karir protean bagi guru mencerminkan pentingnya fleksibilitas dan kemandirian dalam mengelola perkembangan profesional seorang pendidik.

Bagi guru, konsep ini menciptakan pergeseran dari pandangan tradisional tentang prestasi yang hanya diukur melalui jabatan atau posisi tertentu. Jenjang karier guru tidak lagi terpaku pada struktur hierarki organisasi, seperti menjadi wakil kepala sekolah, kepala sekolah, dan pengawas.

Karier protean memungkinkan guru untuk berkarir melalui beragam jalur yang mencerminkan minat, bakat, dan keinginan pribadi secara lebih luas. Dalam konteks ini, tujuan karier adalah terus mengembangkan berbagai keahlian yang memberikan nilai tambah pada profesi.

Untuk lebih jelasnya, kita perlu memahami dulu pengertian karier dan contohnya, serta jenjang karier guru secara konvensional. Kemudian bisa kita telusuri apa itu karier protean dan penerapannya bagi profesi guru.

Jenjang Karier Guru

Menurut KBBI V, karier adalah pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju. Karier mengacu pada rangkaian pengalaman pekerjaan dan kemajuan yang dialami seseorang dalam suatu profesi atau pekerjaan selama periode waktu tertentu. 

Karier dapat diartikan sebagai posisi pekerjaan yang dapat mencakup peningkatan tanggung jawab, keterampilan, dan status. Contoh karier sebagai karyawan misalnya dimulai dengan pekerja magang, karyawan kontrak, staf atau karyawan tetap, asisten manajer, manajer, dan seterusnya. 

Jenjang karier guru dapat melalui dua jalur utama yakni formal dan non-formal. Melalui jenjang karier formal, seorang guru dapat meningkatkan perannya menjadi tenaga fungsional, bahkan mencapai posisi struktural seperti kepala sekolah atau kepala dinas. 

karir protean bagi guru sangatlah diperlukan

Jenjang karier guru yang berstatus PNS menawarkan progresi yang terstruktur, terdiri dari empat tingkatan fungsional, yaitu:

1. Guru Pertama

Guru Pertama menempati pangkat Penata Muda atau golongan IIIa. Peningkatan pangkat ke Penata Muda tingkat 1 atau golongan IIIb dapat dicapai melalui akumulasi lama masa pengabdian. Ini adalah tahap dasar yang menetapkan landasan bagi pengembangan karier selanjutnya.

2. Guru Muda

Langkah berikutnya setelah Guru Pertama adalah Guru Muda. Pada tahap ini, seorang guru menempati pangkat Penata atau golongan IIIc dan IIId. Guru Muda mewakili tingkatan yang lebih tinggi dalam hierarki fungsional yang menuntut peningkatan kompetensi dan pengalaman.

3. Guru Madya

Guru Madya menempati golongan IVa, IVb, dan IVc, serta masuk dalam pangkat Pembina. Peningkatan ke golongan ini melibatkan pemenuhan syarat-syarat khusus, seperti pencapaian prestasi dan pengembangan profesional yang lebih tinggi.

4. Guru Utama

Guru Utama merupakan tingkatan puncak dalam jenjang karier guru PNS. Guru Utama diisi oleh pengajar yang mencapai golongan IVd (Pembina Utama Madya) dan IVe (Pembina Utama). Di sini, diperlukan prestasi yang luar biasa, kontribusi yang signifikan, dan pengalaman yang lebih luas.

Selain jenjang karier guru PNS, terdapat juga opsi karier profesi guru PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Program ini memberikan peluang bagi guru non-PNS, tenaga honorer, guru swasta, dan lulusan pendidikan profesi guru untuk mendapatkan kesejahteraan dengan mendaftar dalam program PPPK. 

Selanjutnya, terdapat jalur karir non-formal yang memungkinkan guru untuk menjelajahi peran yang lebih luas. Contoh karier guru secara non-formal di antaranya sebagai penulis, MC, atau berkontribusi sebagai tenaga pendidik di masyarakat. Sehingga, jenjang karier guru tidak hanya terfokus pada sistem formal, namun juga memberikan peluang beragam untuk pengembangan profesional. Inilah yang disebut karier protean.

Apa Itu Karier Protean?

Mungkin masih ada yang belum tahu apa itu karier protean. Karir protean atau protean career adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan karir yang dikembangkan oleh individu, tanpa tergantung pada perusahaan atau organisasi. Konsep karir protean muncul pada tahun 1976 pada buku yang berjudul “Careers in Organizations” karya Douglas T. Hall. 

Karir protean merupakan bentuk karir yang semakin tidak bergantung pada organisasi dalam menentukan kesuksesan atau pencapaian tujuan tertentu. Ciri utamanya adalah bahwa karir tersebut merupakan refleksi dari orang yang lebih mengutamakan pemenuhan diri dan kesuksesan psikologis di atas peraturan yang berasal dari luar diri. 

Hall dan Moss (1998) dalam bukunya “The Career is Dead – Long Live the Career” menjelaskan bahwa protean career adalah konsep yang menandakan suatu proses dimana seseorang, bukan organisasi, mengambil peran sentral dalam mengatur dan memilih jalur karier mereka.

Konsep karier protean bagi guru menunjukkan fleksibilitas yang tinggi, dimana guru dapat menjelajahi berbagai peran atau bidang tanpa terikat oleh struktur lembaga. Sehingga guru dapat mengembangkan karier sesuai dengan aspirasi pribadi mereka tanpa meninggalkan tanggung jawab inti sebagai pendidik.

Cara Mengembangkan Karier Protean bagi Guru

Membangun karier protean bagi guru memungkinkannya untuk eksplorasi kemampuannya lebih luas. Ini mendukung pengembangan berkelanjutan sesuai dengan tujuan dan aspirasi pribadi.

Tujuan karir bagi guru adalah kemerdekaan finansial

Cara mengembangkan karier protean bagi guru dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

1. Kemerdekaan dalam Belajar

Guru perlu memiliki kemerdekaan dalam belajar, artinya tidak tergantung pada satu sumber pengetahuan saja. Sebagai pembelajar yang merdeka, guru dapat aktif mengeksplorasi hal-hal baru yang sesuai dengan minat dan potensinya. Proses pembelajaran ini harus sejalan dengan pengembangan minat pribadi dan memungkinkan guru untuk terus tumbuh dan berkembang.

2. Pengembangan Kompetensi

Seorang guru perlu memiliki dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan bidangnya. Misalnya jika tertarik menjadi guru pelatih, guru dapat terus mempelajari dan mengasah keterampilan serta pengetahuan yang dibutuhkan sebagai seorang pelatih. Kompetensi yang terus berkembang menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas karier protean.

3. Kolaborasi

Kolaborasi menjadi kunci dalam mengembangkan karier protean. Melalui kolaborasi, guru dapat meningkatkan kompetensi mereka, sekaligus memperluas jejaring dan dukungan dalam pengembangan karier. Kolaborasi juga membuka pintu untuk berbagi pengalaman, mendapatkan masukan, dan menciptakan peluang baru.

4. Perjalanan Karier yang Berkesinambungan

Karier protean akan terus tumbuh sejalan dengan kemerdekaan belajar, pengembangan kompetensi, dan kolaborasi yang dilakukan. Proses ini bersifat berkesinambungan dan membutuhkan waktu, kerja keras, dan ketekunan. Pemahaman bahwa pengembangan karier tidak bersifat instan menjadi landasan untuk mencapai jenjang karier yang diinginkan.

Guru yang meniti karir protean cenderung memiliki kemampuan untuk merespons tuntutan yang berkembang dan menjelajahi berbagai peluang pembelajaran. Hal ini dapat mencakup eksplorasi metode pengajaran inovatif, pengembangan keahlian baru, atau bahkan mengambil tanggung jawab di luar ruang kelas.

Dengan demikian, karir protean bagi guru menjadi semakin penting dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang. Protean career adalah panggilan di mana seorang guru dapat menggabungkan berbagai peran dan keahlian tanpa harus terikat oleh norma atau struktur yang mengikat. 

Sebagai guru protean, seseorang dapat menjadi fasilitator pembelajaran yang kreatif, penulis buku pelajaran inovatif, mentor sesama guru, atau bahkan penggiat pendidikan di masyarakat. Selain untuk mencapai puncak tangga jabatan, tujuan karier adalah menciptakan dampak positif yang lebih luas dalam dunia pendidikan. 

Sejalan dengan jenjang karier guru yang konvensional, apa itu karier protean membuka pintu bagi inovasi, eksplorasi, dan pengembangan diri yang lebih dinamis. Ini membantu menjaga fokus pada pengembangan diri dan pencapaian kesuksesan yang berkelanjutan. Sehingga kita dapat memenuhi tantangan dan peluang yang ada di dunia pendidikan saat ini.