Cerdas Berkurban di 1443 H

Cerdas Berqurban 1443 H

 

Hari Raya Idul Adha merupakan hari yang menggembirakan. Bagi sebagian penduduk Indonesia, hari raya Idul Adha merupakan momentum satu tahun sekali untuk dapat menikmati daging kambing atau daging sapi bersama seluruh anggota keluarga. Daging sapi merupakan komoditas pangan yang mewah dengan harga yang cenderung tidak murah.

 

Menurut data Organization of Economic Cooperation and Development, jumlah konsumsi daging sapi per kapita di Indonesia berada jauh di bawah rata-rata, yaitu 2,2 kg per kapita. Sedangkan jumlah rata-rata konsumsi daging sapi di dunia sebesar 6,4 kg. Sebuah angka yang cukup memprihatinkan.

 

Salah satu penyebab tingkat konsumsi daging sapi di Indonesia sangat rendah adalah rendahnya daya beli masyarakat sehingga tidak semua masyarakat bisa mengkonsumsinya (kemendag.go.id). Ini menjelaskan kenapa banyak masyarakat yang bergembira menyambut Idul Adha setiap tahunnya. Mereka menantikan pembagian daging kurban yang berupa daging sapi ataupun kambing.

 

Namun, tidak semua daerah di Indonesia dapat dilaksanakan proses penyembelihan daging kurban. Sementara kebutuhan akan daging kurban sangat tinggi bagi penduduk di pelosok. Pendistribusian daging kurban ke daerah pelosok pun banyak mendapatkan tantangan. Tidak jarang, karena kendala distribusi, tidak semua masyarakat bisa memperoleh daging kurban. Belajar dari pendistribusian daging kurban di tahun sebelumnya, tidak seluruh penduduk di pelosok dapat terjangkau dengan baik.

 

Berangkat dari rasa kepedulian pada masyarakat di daerah pelosok dan mengantisipasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pada Idul adha 1443 H ini, Bidang Kemanusiaan YBKB menginisiasi “Cerdas Berqurban 1443 H” dengan mendistribusikan daging kurban dalam bentuk “Kaleng Qurban”.  

 

Kaleng Qurban merupakan daging kurban yang telah diolah menjadi makanan siap saji dan dikemas dalam bentuk kaleng sehingga lebih tahan lama dan mudah dalam pendistribusiannya sehingga diharapkan mampu menjangkau masyarakat di daerah pelosok tanpa khawatir daging tersebut rusak karena durasi perjalanan yang terlalu lama.

 

Dengan adanya Kaleng Qurban ini, diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang dapat mengkonsumsi daging sapi maupun kambing sehingga kebutuhan gizi masyarakat dapat terpenuhi. Dalam jangka panjang, diharapkan konsumsi daging sapi dapat lebih banyak sehingga membantu meningkatkan tingkat kecerdasan bangsa Indonesia.

 

Pada tahun 2022 ini, YBKB akan menyalurkan daging kurban setidaknya di 14 titik di Indonesia. Penduduk pra sejahtera di kota Jakarta, Banjar Baru, Jambi, Yogyakarta, Ciamis, Sukabumi, Bekasi, Bogor, Tangerang, Karawang, Palangkaraya, Depok, Tual Maluku, dan Serang merupakan tujuan pendistribusian dari daging kurban. 

 

Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa memiliki komitmen untuk mendukung terlaksananya SDGs (Sustainable Development Goals) no 1 yaitu Tidak Ada Kemiskinan (No Poverty) dan no 2 yaitu Nol Kelaparan (Zero Hunger) dapat dirasakan oleh seluruh penduduk Indonesia. YBKB meyakini, tanpa kebutuhan dasar yang tercukupi, kecerdasan bangsa tidak akan pernah terwujud.

 

Yuk, sebarkan kebaikan di seluruh negeri melalui Kaleng Qurban!

 


  Kembali