Setiap tanggal 10 Zulhijah seluruh umat Muslim di dunia merayakan Hari Raya Idul Adha yang sering disebut sebagai Lebaran Haji atau Hari Raya Haji karena waktunya bertepatan dengan umat Muslim yang sedang melaksanakan ibadah Haji di Masjidil Haram. 

Idul Adha Sebagai Bentuk Pengorbanan Umat Islam

Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan Qurban  yang merupakan bentuk ketaatan dan pengorbanan bagi umat Islam kepada Allah SWT  seperti Nabi Ibrahim yang menaati perintah Allah SWT untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail yang saat itu berusia 7 tahun yang ada di Al Qur’an Surat As-Shaffat ayat 102:

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Awal mula penyembelihan hewan Qurban berawal dari Nabi Ibrahim yang terus mengalami mimpi yang sama, yaitu Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih Nabi Ismail yang merupakan anak Beliau dengan Siti Hajar. Hal ini membuat Nabi Ibrahim merasa gelisah dan gundah karena Nabi Ismail adalah anaknya yang sangat taat dan patuh kepada orangtua dan perintah Allah  SWT. . 

Namun, Nabi  Ibrahim sadar bahwa ini adalah perintah Allah SWT yang harus ditaati dan akhirnya Beliau menyampaikan tentang perintah  Allah SWT yang disampaikan melalui mimpinya kepada Ismail yang dijawab seperti yang ada di ayat di atas. 

Nabi Ismail yang taat kepada perintah Allah SWT menerima perintah dari Allah tersebut  dan meminta Nabi Ibrahim untuk mengasah pisaunya agar tajam sehingga Beliau tidak akan kesakitan saat disembelih dan tubuhnya diikat dengan tali. Beliau juga meminta Nabi Ibrahim untuk memberikan pakaiannya kepada Ibunya, Siti Hajar sebagai tanda kenang-kenangan. 

Saat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yakin dan siap untuk menjalankan perintah Allah SWT di padang Arafah, setan datang dan berkata “Ibrahim, orang tua macam apa kamu? Apa kata orang nanti saat kamu menyembelih anakmu?” “Apa kamu tidak malu? Tega sekali kamu, anakmu yang hanya satu disembelih” “Belum tentu kamu akan mendapatkan anak seperti Ismail di kemudian hari.” 

Nabi Ibrahim yang yakin untuk menyembelih Nabi Ismail, mengambil batu dan berucap “Bismillahi Allahu Akbar” kemudian melempar batu ke arah setan. Hal ini yang menjadi salah satu rukun dalam ibadah haji yaitu melempar jumrah di Mina. 

Nabi Ismail sebelum disembelih melepas ikatan tali di tangannya agar tidak terlihat bahwa Ayahnya yang memaksa untuk menyembelihnya. Kemudian beliau berpaling dan sesaat sebelum Nabi Ibrahim mengayunkan pisau, Allah berfirman agar Nabi Ibrahim berhenti dan menggantikan Nabi Ismail dengan seekor kambing untuk disembelih oleh Nabi Ibrahim seperti yang ada di Surat Ash-Shaffat ayat 107:

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

Dan perintah untuk menyembelih hewan terus berlangsung hingga saat ini sebagai bentuk ketaatan dan pengorbanan kepada Allah SWT seperti Nabi Ibrahim yang dengan taatnya mengorbankan anaknya semata-mata untuk menjalankan perintah Allah SWT dan mendapatkan ridho dari Allah SWT. 

Makna Qurban

Kata Idul Adha berasal dari kata ‘id dan ‘adha dari kata ‘aada ya’uudu’ yang berarti menengok atau menjenguk atau kembali dan disebut seperti itu karena merupakan hari raya yang akan terjadi setiap tahunnya. 

Sedangkan di Indonesia sendiri, ‘id diartikan sama dengan ‘ayyada yang berarti berhari raya dan untuk Adha sendiri diartikan sebagai qurban. Jadi dapat  diartikan Idul Adha merupakan Hari Raya Qurban. 

Qurban diambil dari kata qaraba, yaqrabu yang memiliki arti pendekatan. Sehingga dapat diartikan bahwa berqurban adalah salah satu usaha umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara menyembelih hewan qurban seperti bentuk pengorbanan Nabi Ibrahim. 

Pelaksanaan Qurban sendiri memiliki berbagai makna bagi umat Islam seperti:

  • Beriman

Dengan berqurban, ini merupakan bentuk beriman atas perintah Allah SWT dan diniatkan tulus ikhlas karena ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Qurban sendiri hukumnya adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan dan makruh bagi orang yang mampu berqurban tapi tidak berqurban. 

  • Berkorban

Bagi beberapa orang, turut serta dalam berqurban merupakan pengorbanan karena harus menabung atau menahan diri untuk berhemat agar dapat berqurban demi mendapatkan ridho Allah SWT dan dapat lebih dekat kepada Allah SWT. 

  • Bersyukur

Salah satu bentuk bersyukur dengan harta dan kekayaan adalah dengan berqurban. Dengan terus bersyukur dan menambah rasa syukurnya, Allah SWT akan meninggikan derajat manusia, memberikan ridhoNya dan menambahkan nikmat rezeki kepada kita. 

  • Berbagi

Tidak semua orang dapat menikmati atau makan daging dalam sehari-harinya karena mereka tidak mampu. Momen Qurban menjadi kesempatan bagi orang-orang yang tidak mampu untuk merasakan makan daging paling tidak setahun sekali. 

Idul Adha menjadi momen dimana orang yang mampu berqurban dapat berbagi dengan orang-orang yang tidak mampu. 

Berani Berqurban, Menebar Kebaikan

Selama selama pandemi Covid-19 di Indonesia dalam 1,5 tahun ini, krisis tidak hanya terjadi di sektor kesehatan, namun juga di sektor ekonomi yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun dan harus semakin mengetatkan pinggang agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jangankan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani seperti daging sapi atau kambing, masih banyak penduduk di Indonesia yang hanya mampu makan 1x sehari atau bahkan bisa tidak makan dalam 1 atau 2 hari karena tidak memiliki uang. 

Hal ini ditandai dengan kenaikan angka kemiskinan di Indonesia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia menjadi 27,55 juta di September 20200 atau naik 0,97 persen atau sekitar 2,76 juta orang di September 2020 dibandingkan dengan angka penduduk miskin di September 2019 yang ada di angka 24,79 juta.

Selain meningkatnya angka penduduk miskin di Indonesia, Pandemi pun menyebabkan lonjakan jumlah pengangguran di tahun Agustus 2020 dari 5,23 persen menjadi 7,07 persen. Hal ini pun menurunkan nilai pendapatan masyarakat dan menciptakan kesenjangan antara penduduk yang mampu dan tidak mampu. 

Berkaitan dengan hal-hal yang disebutkan diatas dan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1442 H, Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa (YBKB) akan menyelenggarakan Penyembelihan Hewan Qurban “Berani Berqurban, Menebar Kebaikan” sesuai dengan target agenda YBKB, Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 2, mimpi untuk mengakhiri kelaparan. 

Dengan program “Berani Berqurban, Menebar Kebaikan” YBKB berharap dapat membantu banyak warga masyarakat di sekitar kantor YBKB dan warga yang membutuhkan untuk lepas dari kelaparan dan juga meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat melalui daging qurban yang didistribusikan kepada mereka.

YBKB sebagai lembaga yang menerima dan menyalurkan hewan Qurban mengajak para dermawan untuk turut berani berbagi kebahagiaan dan menebarkan kebaikan dengan saudara-saudara yang membutuhkan dengan berqurban karena tidak semua yang mampu, berani untuk berbagi. 

Sedikit dari kita, berarti banyak untuk mereka! 

Pelaksanaan “Berani Berqurban, Menebar Kebaikan”

“Berani Berqurban, Menebar Kebaikan” akan disalurkan di 14 daerah di Indonesia, yaitu:

  1. Jakarta
  2. Yogyakarta
  3. Jambi
  4. Banjar Baru
  5. Ciamis
  6. Sukabumi
  7. Kota Bekasi
  8. Kota Bogor
  9. Karawang
  10. Kota Tangerang
  11. Palangkaraya
  12. Depok
  13. Tual
  14. Serang

Kegiatan YBKB di Hari Raya Idul Adha ini akan diselenggarakan pada tanggal 20-21 Juli 2021 pada pukul 08.00 – 17.00 WIB di masing-masing wilayah dimana kegiatan ini diselenggarakan. 

YBKB akan mendistribusikan daging-daging hewan qurban kepada anak yatim-piatu, dhuafa dan masyarakat sekitar yang layak menerima daging qurban yang ada di sekitar wilayah pelaksanaan qurban  dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Untuk teknis pelaksanaan “Berani Berqurban, Menebar Kebaikan” adalah panitia akan membagikan kupon kepada penerima qurban dan sebagian akan mengambil sendiri di tempat pelaksanaan dan sebagian akan dibagikan secara langsung ke rumah-rumah penerima daging qurban. 

Bismillahirrahmaanirrahiim, Insya Allah YBKB Jakarta akan menyalurkan hewan qurban berupa 3 ekor sapi dan 20 kambing yang akan dibagikan kepada 300 mustahiq penerima daging qurban di YBKB Jakarta, Pasar  Rebo, Jakarta Timur. 

Untuk itu kami mengajak para dermawan turut serta dalam program YBKB tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya. Alhamdulillah atas izin Allah di tahun 2020, YBKB dapat menyalurkan lebih dari 1.000 besek daging yang dibagikan kepada yang membutuhkan di 5 provinsi di Indonesia berkat kebaikan para dermawan. 

Bagi para dermawan yang ingin berbagi dan menjalankan salah satu perintah Allah SWT dengan berqurban melalui YBKB dapat ikut berqurban dalam bentuk hewan secara fisik dan uang untuk dibelikan hewan qurban sesuai dengan harga yang telah ditentukan. 

Semoga segala niat baik para dermawan dalam menebar kebaikan lewat berqurban dinilai ibadah oleh Allah seperti yang disebutkan dalam hadits oleh Ibnu Majah

“Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah. Sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya dan bulunya. Sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.”

 

Aamin ya rabbal’alaamiin..

Mari Berani Berqurban, Menebar Kebaikan bersama!

sumber: kumparan, ihram.co.id, kitabisa.com, amalqurban.com

 

 


  Kembali