Kebanyakan orang mulai mengenal rokok itu sejak usia remaja bahkan lebih muda lagi. Ada banyak sekali alasan mengapa seseorang mencobanya meskipun mereka pernah mendengar bahaya merokok. Beberapa alasan paling populer seseorang pertama kali mencoba rokok, antara lain:

  1. Tuntutan sosial, ditawari oleh teman dan merasa tidak enak untuk menolaknya.
  2. Ingin terlihat keren atau dewasa.
  3. Sebagai bentuk perlawanan kepada lingkungan keluarga (orang tua) ketika ada masalah.
  4. Melihat kebiasaan orang terdekat (orang tua, kakak, paman dan lain sebagainya).
  5. Sebagai pelarian untuk melepas penat atau stres.
  6. Iseng atau Sekadar penasaran dengan rasanya.
  7. Ingin menurunkan berat badan.
  8. Tidak tahu apa isi kandungan rokok dan dampak buruk yang ditumbulkannya.

Lucunya, hampir semua orang yang akhirnya mencoba rokok, merasa bahwa mereka tidak akan akan mengalami kecanduan dan bisa berhenti kapan pun mereka mau. Padahal, itu adalah kesalahan fatal karena faktanya, banyak sekali orang tidak sanggup untuk keluar dari kebiasaan ini.

Selain itu, sebagian perokok juga masih melakukannya karena tidak mengetahui zat berbahaya yang terkandung di daamnya. Berikut ini 10 zat atau kandungan rokok yang memberikan dampak negatif bagi tubuh manusia (dilansir dari situs doktersehat.com) :

  1. Tar, merupakan hidrokarbon yang muncul saat rokok dibakar. Zat ini sangat berbahaya karena akan menempel pada paru-paru perokok.
  2. Nikotin, zat ini lah yang menyebabkan kecanduan. Biasanya nikotin digunakan untuk pembasmi serangga yang terkontrol.
  3. Karbon Monoksida, senyawa ini menghambat kemampuan darah untuk mengikat oksigen.
  4. Amonia, gas yang berbau tajam ini banyak digunakan sebagai cairan pembersih maupun pupuk kimia.
  5. Arsenik, bahan keras ini banyak digunakan dalam produk racun tikus.
  6. Aseton, bahan alcohol ini biasanya dikenal sebagai cairan pembersih kutek.
  7. Hidrogen Sianida, bahan ini biasanya digunakan dalam pabrik plastik dan resin.
  8. Toluene, banyak digunakan untuk membuat deterjen, industri karet bahkan bahan peledak.
  9. Kadmium, bahan untuk melapisi logam agar tidak berkarat.
  10. Hyroquinone, bahan yang biasa digunakan untuk bahan bakar mesin dan cat.

 

Cara Kerja Zat Nikotin dalam Kandungan rokok

Nikotin merupakan zat kimia yang ada dalam semua produk tembakau. Nikotin ini juga dapat ditemukan pada rokok elektrik (electronic cigarettes), bubuk, maupun dalam bentuk cairan. Ketika seseorang mengonsumsi tembakau dalam berbagai cara, menghisap atau mengunyah, zat nikotin akan masuk ke dalam sistem tubuh dan mengaktifkan “reseptor nikotin” di dalam otak.

Reseptor adalah penerima atau ujung saraf yang peka terhadap sesuatu rangsangan. Dimana saat ujung saraf tersebut terus diberikan rangsangan, akan terbentuk pola yang melekat sehingga menyebabkan efek candu atau ketagihan.

Semakin cepat asupan nikotin ke dalam tubuh, semakin tinggi pula efek adiksi yang terbentuk di dalam otak. Dan rokok, merupakan produk yang didesain untuk memberikan dampak nikotin dengan level tinggi dan sangat cepat.

Mengapa Seseorang Bisa Kecanduan Rokok?

Ketika seseorang merokok, tubuh mereka akan merasa nyaman dan mulai menunjukkan efek sebaliknya ketika tidak melakukannya. Rasa tidak nyaman ini muncul ketika tubuh berpikir bahwa asupan nikotin tidak cukup atau kurang sering dilakukan.

Tidak butuh waktu lama untuk membuat seseorang menjadi pecandu rokok. Zat nikotin mampu mempengaruhi otak hanya dalam waktu 6-10 detik. Inilah yang membuat perokok ketagihan dan sulit berhenti. Bagaimana cara kerjanya?.

Ketika nikotin dihirup, zat nikotin akan diserap oleh paru-paru ke dalam aliran darah, dan dengan cepat menuju jantung dan otak. Kemudian otak akan bereaksi mengeluarkan zat kimia yang sama efeknya ketika seseorang mengonsumsi kokain atau amphetamine (sejenis narkoba).

Kebanyakan para perokok mengaku menikmati sensasi menyenangkan saat melakukan ritual tersebut. Namun ketika rokok yang mereka hisap hampir habis, akan segera muncul perubahan suasana hati menjadi negatif. Berikut ini sederet gejala yang muncul ketika seseorang mulai menghabiskan rokoknya atau berupaya berhenti merokok:

  1. Perasaan mudah marah, frustasi dan cemas.
  2. Tremor (gemetar yang tidak terkontrol akibat ketegangan emosional)
  3. Sulit tidur (insomnia)
  4. Depresi (stress berat)
  5. Nafsu makan yang tiba-tiba meningkat
  6. Sulit berkonsentrasi
  7. Sulit merasa senang dan nyaman

Ketujuh kondisi inilah yang menyebabkan seseorang kembali merokok meskipun mengetahui ada banyak sekali bahaya merokok bagi kesehatan.

Berikut ini sederet resiko yang bisa ditimbulkan ketika seseorang mengonsumsi rokok secara terus menerus:

1. Pengaruh terhadap kesuburan dan kehamilan

Merokok dapat mengurangi kualitas sperma pada laki-laki sehingga berdampak buruk pada kesuburan. Selain itu, merokok juga meningkatkan resiko bayi cacat dan keguguran.

2. Merusak gigi dan menimbulkan bau mulut

Hasil penelitian departemen kesehatan dan pelayanan masyarakat di Amerika Serikat mengatakan bahwa kandungan rokok dapat merusak gigi dan gusi. Bahkan tidak sedikit orang yang mengalami kasus gigi keropos atau tanggal.

3. Penuaan dini

Merokok dapat membuat kulit menjadi kusam dan cepat keriput. Hal ini dikarenakan oksigen yang tidak optimal diserap oleh darah dan vitamin C yang tergerus akibat racun rokok. Para ahli mengatakan seorang perokok rata-rata terlihat tua 2 tahun dibanding usia aslinya.

4. Tulang Rapuh

Resiko osteoporosis atau tulang rapuh juga merupakan dampak bahaya merokok. Karena merokok dapat menghambat proses penyerapan oksigen, nutrisi kalsium dan vitamin D sebagai pembentuk sel-sel tulang.

Selain itu, hormon kortisol pun yang menjadi tinggi sehingga menyebabkan osteoklast (pelepasan sel-sel tulang).

5. Merusak organ pencernaan

Merokok menyebabkan otot spinchter menjadi lemah. Padahal otot ini berfungsi sebagai katup yang mencegah asam lambung naik. Asam lambung yang naik akan memberikan sensasi perih dan panas hingga ke dada. Selain itu zat racun pada rokok juga bisa menyebabkan terjadinya peradangan.

6. Menimbulkan Penyakit paru obstuktif kronik

Penyakit serius seperti bronchitis, pneumonia dan emfisema merupakan resiko yang diakibatkan dari merokok. Zat racun pada rokok juga bisa membuat seseorang sulit bernapas karena paru-parunga tidak berfungsi dengan baik.

7. Resiko serangan jantung dan stroke

Karbon monosida merupakan zat yang membuat darah sulit menyerap oksigen dengan baik. Sehingga bagi jantung, hal ini akan meningkatkan pengendapan kolesterol di dinding pembuluh darah (arteri). Sehingga menyebabkan serangan jantung maupun stroke.

8. Radang sendi kronis

Penyakit ini lebih banyak menyerang perokok wanita. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tidak hanya pada organ pencernaan, peradangan pun akan terjadi pada persendian tulang perokok.

9. Diabetes tipe 2

Merokok dapat menyebabkan diabetes mellitus tipe 2 dan membuat seseorang sulit untuk mengontrolnya. Resiko yang ditimbulkan mencapai 30-40% lebih tinggi dibanding seseorang yang tidak merokok.

10. Resiko kanker

Dalam jurnal “How Tobbaco Smike Causes Disease: What It Means to You”, Departemen Kesehatan Amerika Serikat, merokok dapat menyebabkan kanker hampir si seluruh tubuh, seperti: Paru-paru, kantung kemih, serviks, anus, ginjal, hati, tenggorokan, mulut, pancreas, dan perut.

11. Gangguan psikologis

Merokok secara terus menerus akan mengakibatkan seseorang mengalami perubahan suasana hati (mood) dan depresi. Rasa nyaman seorang perokok hanya bersifat sementara karena hormon dopamin (hormon bahagia) akan muncul ketika mereka menghisap rokok saja.

 

Tes Sederhana untuk Mengukur Tingkat Candu Terhadap Kandungan rokok

Dampak zat nikotin tidak sama antar satu orang dengan yang lainnya. Beberapa orang mungkin akan mengalami kecanduan ringan sehingga mudah untuk berhenti. Sebaliknya, ada juga orang yang langsung mengalami kecanduan berat sehingga sangat sulit untuk berhenti meski paham bahaya merokok.

Berikut ini tes sederhana yang bisa Anda uji untuk mengukur tingkat pengaruh ketergantungan nikotin. Tes Fagerstrom ini berisi beberapa pertanyaan dan pilihan jawaban yang masing-masing memiliki nilai tertentu.

1. Seberapa cepat Anda merokok setelah bangun dari tidur?

a. Dalam kurun 5 menit (3 poin)

b. Dalam kurun 6-30 menit (2 poin)

c. Dalam kurun 31-60 menit (1 poin)

d. Setelah 60 menit (0 poin)

2. Apa Anda mengalami kesulitan menahan diri untuk merokok di tempat-tempat terlarang (contohnya: tempat ibadah, perpustakaan, bioskop dll)

a. Ya (1 poin)

b. Tidak (0 poin)

3. Kapan waktu merokok yang paling sulit untuk Anda hindari?

a. Saat bangun tidur (1 poin)

b. Saat waktu lainnya (0 poin)

4. Berapa banyak batang rokok yang Anda habiskan per harinya?

a. Kurang dari 10 batang (0 poin)

b. 11-20 batang (1 poin)

c. 21-30 batang (2 poin)

d. Lebih dari 31 batang (3 poin)

5. Apakah Anda lebih banyak merokok saat bangun tidur dari pada waktu lainnya?

a. Ya (1 poin)

b. Tidak (2 poin)

6. Apakah Anda tetap merokok ketika tubuh sedang sakit? (tidak enak badan sehingga harus istirahat di Tempat tidur)

a. Ya ( 1 poin)

b. Tidak (2 poin)

 

Catatan :

Sekarang jumlahkan poin yang sesuai dengan kebiasaan Anda. Berapakah skor yang didapat?

Skor 5 atau lebih mengindikasikan bahwa Anda sangat ketergantungan (level pecandu berat), sedangkan skor 4 atau kurang, menunjukkan bahwa tingkat ketergantungan Anda cenderung sedang atau ringan.

Sumber: www.thoracic.org

 

Tips dan Langkah untuk Berhenti dari Kebiasaan Merokok

Jika anda sadar dan ingin sekali berhenti dari kebiasaan merokok, terdapat beberapa langkah efektif sebagai berikut:

  1. Mulai dari menjawab pertanyaan “mengapa saya ingin berhenti?”. Untuk merawat niat, diperlukan alasan yang kuat mengapa Anda harus berhenti dari kegiatan merokok.
  2. Tulislah dan Buatlah daftar resiko bahaya merokok jika anda terus merokok.
  3. Cermati pola dan waktunya, kapan muncul hasrat untuk merokok. Sehingga ketika pada waktu tertentu itu tiba, Anda sudah melakukan aktivitas pengganti yang menyibukkan.
  4. Buat target waktu kapan anda akan benar-benar berhenti.
  5. Tidak semua orang bisa langsung benar-benar berhenti. Bagi sebagian orang mungkin akan sulit, oleh karena itu bisa dengan mengurangi jumlah rokok satu demi satu. Hal ini dilakukan agar tubuh dan otak tidak “kaget” dengan perubahan.
  6. Berkumpul atau bergabung dengan komunitas dengan gaya hidup sehat atau komunitas yang orang-orangnya tidak merokok.
  7. Minta dukungan dari orang-orang sekitar untuk mendorong Anda untuk berhenti merokok.

Demikian penjelasan dari bahaya merokok, kandungan rokok dan bagaimana cara Anda untuk berhenti dari kebiasaan ini. Semoga bermanfaat ya! (SU)


  Kembali