Efek Dari Bullying dan Pencegahannya

Kasus bullying di Indonesia sudah sangat memperihatinkan. Sampai saat ini sudah banyak kasus bullying yang terjadi. Pelaku maupun korban tidak hanya dari orang dewasa tetapi sudah mencakup sampai anak – anak.

Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang bullying dan kurangnya kesadaran para pelaku bullying tentang efek yang terjadi kepada korban.

Pengertian Bullying

Apakah bullying itu?

Kita harus mengetahui tentang bullying sehingga kita bisa mencegah dan membantu melindungi para korban tindakan bullying.

Menurut beberapa buku tentang bullying yang dirangkum oleh kajianpustaka.com memiliki berbagai definisi berikut :

• Menurut Olweus dalam buku Bullying at School : What We Know and What We Can Do. Oxford : Blackwell(2005), bullying adalah sebuah tindakan atau perilaku agresif yang disengaja, yang dilakukan oleh sekelompok orang atau seseorang secara berulang-ulang dan dari waktu ke waktu terhadap seorang korban yang tidak dapat mempertahankan dirinya dengan mudah atau sebagai sebuah penyalahgunaan kekuasaan/kekuatan secara sistematik.

• Menurut Wicaksana dalam buku Mereka Bilang Aku Sakit Jiwa. Yogyakarta Kanisius (2008), bullying adalah kekerasan fisik dan psikologis jangka panjang yang dilakukan seseorang atau kelompok, terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan dirinya dalam situasi di mana ada hasrat untuk melukai atau menakuti orang itu atau membuat dia tertekan.

• Menurut Black dan Jackson dalam buku Using Bullying Incident Density To Evaluate The Olweus Bullying Prevention Programme, School Psychology (2007), bullying merupakan perilaku agresif tipe proaktif yang di-dalamnya terdapat aspek kesengajaan untuk mendominasi, menyakiti, atau menyingkirkan, adanya ketidakseimbangan kekuatan baik secara fisik, usia, kemampuan kognitif, keterampilan, maupun status sosial, serta dilakukan secara berulang-ulang oleh satu atau beberapa anak terhadap anak lain.

• Menurut Sejiwa dalam buku Bullying : Mengatasi Kekerasan di Sekolah dan Lingkungan Sekitar Anak. Jakarta: Grasindo(2008), bullying ialah sebuah situasi di mana terjadinya penyalahgunaan kekuatan/kekuasaan fisik maupun mental yang dilakukan oleh seseorang/sekelompok, dan dalam situasi ini korban tidak mampu membela atau mempertahankan dirinya.

• Menurut Rigby Consequences Of Bullying In Schools. Canadian Journal of Psychiatry(1994), bullying adalah sebuah hasrat untuk menyakiti yang diperlihatkan ke dalam aksi secara langsung oleh seseorang atau kelompok yang lebih kuat, tidak bertanggung jawab, biasanya berulang, dan dilakukan secara senang bertujuan untuk membuat korban menderita.

Dari definisi beberapa ahli diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa pengertian tindakan bullying adalah sebuah hasrat untuk melakukan tindakan agresif kepada anak – anak, dewasa maupun kelompok yang lebih lemah baik secara fisik, verbal maupun psikologis oleh kelompok maupun perorangan yang merasa lebih kuat untuk menunjukkan dominasinya.

Dampak yang dialami oleh korban bullying bisa berakibat jangka pendek maupun jangka panjang. Korban akan merasa stress,depresi hingga cemas yang berlebihan. Hal ini bisa berdampak menurunnya performa korban disekolah maupun ditempat kerja.

Bahkan tidak jarang korban bullying menjadi pelaku bullying untuk melampiaskan emosi yang terpendam. Jika sudah dalam taraf memprihatinkan bisa memunculkan dampak psikologis untuk menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri.

Jenis – Jenis Tindakan Bullying

Tindakan bullying memiliki beberapa tipe. Ini adalah jenis perilaku bullying yang sering terjadi.

• Bullying Fisik
Pelaku bullying melakukan tindakan bullying secara lasngsung atau dengan kontak fisik kepada korban seperti memukul, menendang, menyandung dan merusak properti. Tindakan bullying ini memiliki efek langsung kepada korban baik luka fisik yang membekas ditubuh hingga luka psikis.

• Bullying Verbal
Tindakan bullying ini tidak melakukan kontak fisik secara langsung tetapi lewat ucapan atau verbal. Meskipun tindakan bullying ini tidak menyakiti secara fisik tetapi jika dibiarkan terus menerus akan berakibat fatal kepada korban. Korban akan mengalami gangguan psikologis hingga menurunkan mental.

Contoh tindakan bullying verbal adalah ucapan rasis, pelecehan fisik secara verbal hingga melabelkan nama panggilan yang bermaksud untuk mengejek.

• Bullying Sosial
Jenis bullying ini memiliki tindakan bullying yang terselubung. Tindakan ini tidak langsung berhadapan antara pelaku dan korban. Pelaku lebih banyak menyebar rumor yang tidak benartentang korban yang menyudutkan korban. Pelaku juga sering mengajak orang lain untuk menyudutkan korban.

 

Faktor Pendorong Tindakan Bullying

Pendorong pelaku bullying untuk melakukan tindakannya tidak hanya dikarenakan faktor korban yang terlihat lemah sehingga mudah untuk di intimidasi. Tetapi juga ada beberapa faktor yang mendorong dari sisi pelaku untuk mengintimidasi yang lebih lemah seperti :

• Keinginan Untuk Mendominasi
Pelaku merasa memiliki kekuatan yang lebih hebat dari lingkungan sekitar. Kurangnya rasa empati karena memiliki kemampuan yang lebih kuat menjadikan pelaku bertindak semenena – mena. Pelaku sering melakukan tindakan bullying untuk menunjukkan kekuatannya kepada orang lain fengan cara menindas yang lebih lemah.

• Hubungan Keluarga Yang Kurang Harmonis
Kondisi lingkungan rumah atau keluarga bisa jadi penyebab pelaku melakukan tindakan bullying. Pelaku merasa kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari keluarga sehingga mencari perhatian diluar rumah dengan cara menindas yang terlihat lebih lemah. Kondisi rumah yang tidak kondusif seperti pertengkaran orang tua dan retaknya rumah tangga bisa memicu tinfakan bullying.

• Menganggap Tindakan Bullying Menguntungkan
Pelaku merasa mendapat keuntungan materi dari tindakan menindas yang lebih lemah. Pelaku juga bisa merasa mendapatkan status sosial yang tinggi dari tindakannya tersebut.

• Minimnya Pengetahuan Tentang Tindakan Bullying
Tidak jarang pelaku merasa tindakannya biasanya saja dan tidak termasuk tindakan bullying. Hal ini dikarenakan lingkungan sekitar memperlihatkan rutinitas tindakan yang salah secara terus menerus.

• Faktor Balas Dendam
Pelaku yang dulu pernah menjadi korban bullying akan mengalami gangguan psikologis. Hal ini jika tidak ditangani dengan baik tidak dapat menutup kemungkinan bisa menyebabkan korban menjadi pelaku bullying.

Sasaran tindakan pelaku karena faktor ini bisa pelaku yang menyerang dirinya untuk balas dendam maupun mencari orang lain yang lebih lemah dari dirinya untuk melampiaskan emosinya.

 

Mengatasi Tindakan Bullying

Seperti yang sudah dibahas diatas, untuk mencegah tindakan bullying ini diperlukan kerjasama dari semua elemen baik pihak keluarga, sekolah, tempat kerja pemerintah sampai para saksi mata yang melihat tindakan bullying secara langsung.

Pencegahan yang Bisa Dilakukan dalam Keluraga

Sebagai Zona 1 pendidikan untuk tumbuh kembang anak, pencegahan tindakan dan antisipasi tindakan bullying bisa dilakukan oleh para anggota keluarga. Para anggota keluarga bisa melakukan beberapa hal untuk mencegah anak sebagai pelaku bullying dengan cara :

• Membangun Keluarga yang Harmonis
Dengan kondisi keluarga yang harmonis maka anggota keluarga kita akan merasa damai dan tentram sehingga tidak akan memiliki emosi yang tidak stabil.

• Menjaga Tindakan dan Ucapan di Depan Anggota Keluarga yang Lain
Kita sebagai orang tua atau yang lebih tua dalam keluarga harus memberikan contoh yang baik agar ditiru oleh anak kita atau adik kita. Sehingga anak kita atau adik kita tidak akan mendapat contoh yang kurang baik dari lingkungan terdekat yang sehari – hari selalu bertemu.

• Mengajarkan Rasa Empati kepada dengan Cara Saling tolong menolong 
Mengajarkan anak untuk saling tolong – menolong dapat menumbuhkan rasa empati kepada sesama sehingga anak kita tidak akan merasa lebih dominan terhadap yang lain.

• Menerapkan Ajaran Agama Sejak Dini
Didalam ajaran agama manapun pasti mengajarkan untuk saling menghormati dan saling menyayangi sesama sehingga akan menimbulkan rasa untuk saling mengasihi. Dengan menanamkan ajaran agam sejak dini makan akan terpatri didalam diri anak – anak untuk selalu berbuat baik dan saling mengasihi.

• Menciptakan Komunikasi yang Terbuka
Dengan menciptakan komunikasi terbuka atau dua arah dalam keluarga, maka akan bisa membuat anggota keluarga bercerita apapun kepada orang tua sehingga anak akan merasa di dengar dan tidak mencari pelampiasan diluar.

Bahkan untuk korban pun dengan menerapkan komunikasi dua arah akan segera bercerita kepada orang tua sehingga bisa langsung di ambil tindakan penanggulangan.

 

Pencegahan Yang Bisa Dilakukan Pihak Sekolah

Sebagai sarana pendidikan, sekolah memiliki peran penting untuk menciptakan para pelajar yang sangat menjunjung tinggi kebersamaan dan empati kepada sesama. Hal – hal yang bisa dilakukan pihak sekolah untuk memutus mata rantai bullying disekolah adalah :

• Memberikan Penyuluhan Tentang Bullying dan Dampaknya
Pihak sekolah juga bisa melakukan tindakan pencegahan bullying dengan memberikan penyuluhan tentang pengertian dan dampak dari tindakan bullying.

• Memberikan Pelajaran Tentang Empati Kepada Sesama
Memberikan pelajaran untuk saling berempati akan dapat mencegah siswa melakukan tindakan bullying dengan menunjukkan dominasi dirinya.

• Menghilangkan Tradisi Sekolah yang Membuka Peluang Menunjukkan Tindakan Mendominasi
Pihak sekolah harus teliti untuk melihat semua kegiatan sekolah baik didalam maupun diluar sekolah yang berbau unsur senioritas agar tidak menjadi tradisi turun – temurun.

• Memberikan Pelatihan Kepada Guru Tentang Cara Pencegahan Bullying
Para guru harus memiliki bekal untuk mengatasi kasus bullying agar masalah bullying bisa langsung diselesaikan oleh para guru dengan cepat dan tidak berlarut – larut.

• Bersikap Terbuka Terhadap Laporan Kasus Bullying
Pihak sekolah harus bisa terbuka untuk menerima laporan kasus bullying. Sehingga kasus bullying di sekolah bisa langsung segera diatasi.

 

Pencegahan Yang Bisa Dilakukan Pihak Kantor

Dunia kerja tidak luput dari kasus bullying. Meskipun tindakan bullying dikantor secara tidak sadar dilakukan oleh pelaku. Pihak manajemen kantor harus cepat tanggap dalam mengatasi tindakan bullying yang kasat mata dengan menerapkan berbagai peraturan.

• Menciptakan Etos Kerja yang Harmonis
Dengan menciptakan etos kerja yang harmonis maka tidak ada istilah anak baru yang bisa di suruh – suruh oleh para senior maupupun tindakan yang menunjukkan kekuatan senior atau karyawan lama.

• Menilai Kinerja Karyawan dari Hasil Kerjanya
Para atasan harus pandai – pandai menilai pekerjaan para karyawannya. Harus membuat poin – poin penilaian yang akurat.

• Meningkatkan Pengawasan Persaingan Kerja yang Sehat
Pihak perusahaan harus membentuk atau menunjuk perwakilan untuk mengawasi persaingan kerja yang sehat agar tidak ada permainan curang.

• Memberikan Sanksi Bagi Pelaku Bullying
Pihak perusahaan harus berani memberikan sanksi kepada pelaku bullying di perusahaannya agar memberikan contoh kepada yang lain dan memberikan efek jera kepada pelaku.

 

Pencegahan Yang Dapat Dilakukan Pemerintah

Sangat besar peranan pemerintah untuk memberantas tindakan bullying yang sudah banyak terjadi di Indonesia. Pemerintah harus menunjukkan tindakan serius untuk mengurangi bahkan menghilangkan tindakan bullying.

• Membuat Peraturan yang Mampu Memberikan Efek Jera
Pemerintah harus berani membuat peraturan yang tegas agar membuat para pelaku bullying jera dan menyesali perbuatannya.

• Menindaklanjuti Pelaku Bullying Tanpa Pandang Bulu
Sikap tegas pemerintah untuk menindaklajuti para pelaku bullying tanpa tebang pilih agar bisa disaksikan keseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah bullying.

• Membuat Lembaga Perlindungan Kasus Bullying
Pembentukan lembaga perlindungan korban bulyying agar para korban bullying bisa menemukan tempat dimana harus melapor dan proses penyembuhan trauma.

• Memproses dengan Cepat Laporan Tindakan Bullying
Harus ada tindak lanjut yang cepat setiap laporan kasus bullying agar masalah bullying tidak berlarut – larut dan segera melakukan proses menghilangkan trauma korban.

 

Pencegahan Jika Kita Menyaksikan Tindakan Bullying

Tindakan pencegahan tidak hanya bia dilakukan oleh aparat atau pihak yang bertanggung jawab saja. Kita bisa mencegah tindakan bullying yang terjadi di sekitar kita. Jika terjadi tindakan bullying di dekat kita jangan ragu untuk melakukan hal berikut agar pelaku akan berpikir ulang untuk melakukan tindakannya :

• Segera Melaporkan Tindakan Bullying Kepada Pihak yang Bertanggung Jawab
Jika melihat tindakan bullying di dekat kita dan kita takut untuk menghentikan secara langsung jangan ragu untuk langsung segera melapor pihak yang berwajib atau meminta bantuan sekitar untuk menghentikan tindakan pelaku.

• Berani Melawan Secara Langsung Tindakan Bullying yang Dilihat
Kita harus berani melawan atau menasihati pelaku bullying untuk menghentikan atau memikirkan kembali tindakannya.

• Memberikan Dukungan Kepada Korban Bullying
Agar korban bullying melakukan aksi balas dendam, kita harus merangkul korban bullying agar mereka merasa tidak sendiri dan melakukan tindakan balas dendam maupun hal – hal lain yang merugikan orang lain maupun dirinya.


Tindakan bullying yang sudah sangat memperihatinkan di Indonesia sangat memerlukan peran kita maupun dari berbagai pihak yang terkait untuk memutuskan mata rantai kasus bullying. Tidak bisa hanya satu pihak maupun beberapa pihak tapi semua pihak harus bersinergi untuk menyelesaikan masalah kasus bullying.

Kita harus segera mengambil langkah pasti untuk menghentikan mata rantai tindakan bullying agar nanti anak cucu kita tidak mengenal lagi istilah bullying. Dan anak cucu kita tidak menjadi korban maupun menjadi pelaku bullying yang akan merugikan dirinya maupun orang lain. (AP)

 

Referensi:
https://www.kajianpustaka.com/


  Kembali