Air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting bagi umat manusia di dunia. Air dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup yang ada di dunia untuk menopang hidup mereka. Mulai dari manusia, hewan dan tumbuhan. Semua membutuhkan air dalam kehidupan mereka. 

Bahkan jumlah air yang ada di dalam tubuh manusia mencapai 60-70 persen dari total berat badan manusia dan organ vital manusia seperti otak, jantung, paru-paru dan ginjal memiliki kandungan cairan terbanyak di dalam tubuh dibandingkan organ tubuh lainnya.

Fakta tersebut menggambarkan betapa pentingnya kebutuhan cairan dibutuhkan oleh tubuh manusia karena jika organ-organ manusia kekurangan cairan, hal ini akan menyebabkan tubuh kekurangan oksigen dan dapat membuat kegagalan fungsi organ. 

Namun faktanya saat ini sedang terjadi krisis air di seluruh dunia. Saat ini ada 785 juta orang di dunia yang kesulitan mendapatkan air bersih dan hampir 1 juta orang meninggal dalam satu tahun karena penyakit yang disebabkan oleh minimnya sumber air bersih dan sanitasi yang buruk. Bahkan  setiap 2 menit sekali, di dunia ada seorang anak yang meninggal karena penyakit yang berkaitan dengan kurangnya air bersih. 

Bahkan sejak pandemi COVID-19 di tahun 2020, dilansir dari WHO ada sekitar 1,8 juta pasien dan tenaga kesehatan menghadapi resiko lebih besar terpapar COVID-19 karena kekurangan suplai air bersih di fasilitas kesehatan tempat mereka bekerja padahal air adalah salah satu hal paling penting untuk mencegah penyebaran COVID-19. 

KRISIS AIR BERSIH

Di Indonesia yang merupakan daerah perairan yang memiliki persediaan air dunia sebesar 6 persen atau sekitar 21% persediaan air dari Samudera  Pasifik, hal ini tidak membuat Indonesia bebas dari krisis air bersih. 

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa faktor yang menyebabkan krisis air bersih:

1. Polusi air

Polusi air yang terjadi di Indonesia disebabkan berbagai faktor seperti limbah industri, sampah yang dibuang ke sungai, sisa pestisida atau pupuk kimia. 

 2. Peningkatan Populasi

Dengan meningkatnya populasi di suatu daerah berbanding lurus  dengan meningkatnya kebutuhan air dan jika jumlah air bersih di daerah tersebut tidak mencukupi maka akan terjadi krisis air bersih  di daerah tersebut. 

Diambil dari data Sensus Penduduk 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2020 jumlah penduduk Indonesia adalah 270,21 juta dan meningkat sekitar 32,56 juta jiwa jika dibandingkan dengan jumlah hasil sensus di tahun 2010.

3. Penggunaan air secara berlebihan

Dilansir dari berbagai sumber, masyarakat Indonesia masuk dalam kategori boros dalam menggunakan air, baik dalam kategori rumah tangga mau pun ekonomi  dan industri. Rata-rata 1 orang menggunakan air hingga 190 liter per hari. Cukup jauh jika dibandingkan  dengan negara Singapura dengan konsumsi air sebesar 120 liter per hari setiap orangnya. 

Selain itu, penggunaan air bersih selama pandemi Covid-19 di tahun 2020 meningkat drastis karena disebutkan mencuci tangan dengan air bersih menjadi salah satu cara untuk menekan risiko penyebaran virus Covid-19. 

Selain kebiasaan mencuci tangan, salah satu kebiasaan baru yang membuat konsumsi air bersih meningkat adalah kebiasaan mandi setelah keluar rumah demi menghindari paparan virus Covid-19. Kebiasaan baru inilah yang membuat membuat jumlah konsumsi air bersih meningkat per harinya.

4. Pertanian

Fakta yang cukup mengejutkan adalah ternyata mayoritas air tawar di Indonesia digunakan untuk pertanian dan lebih dari 60% air tersebut terbuang begitu saja karena kurang efisien dalam penggunaannya dan sistem irigasi yang bocor.

5. Jarak yang jauh dari sumber air bersih

Salah satu penyebab krisis air di Indonesia adalah jarak pemukiman penduduk yang jauh dari sumber air bersih. Bahkan, terkadang masyarakat harus menempuh jarak hingga 10 km untuk mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. 

Ditambah lagi dengan akses jalan menuju sumber air bersih yang membuat masyarakat semakin sulit untuk mendapatkan air bersih.

6. Kekeringan

Kekeringan juga menjadi penyebab terjadinya krisis air apalagi jika terjadi kemarau berkepanjangan, hal ini menambah daftar panjang daerah yang mengalami krisis air bersih. 

DAMPAK KRISIS  AIR BERSIH

Seperti disebutkan di atas bahwa seluruh makhluk hidup di bumi membutuhkan air dalam kehidupan mereka. Krisis air bersih memiliki efek domino yang dapat berdampak buruk bagi manusia, seperti:

Kelaparan

Krisis air yang terjadi terus menerus  akan  berdampak ke sektor pertanian dan perindustrian yang  akan berpengaruh kepada hasil produksi pangan dan jika produksi pangan tidak tercukupi maka akan terjadi kelaparan di daerah yang mengalami krisis air. 

Kemiskinan

Seluruh aspek perekonomian membutuhkan air untuk operasional dan jika terjadi krisis air dan kebutuhan air tidak terpenuhi maka proses operasional tidak dapat berjalan dan dapat memberikan kerugian besar dalam ekonomi. 

Hal ini  dapat menyebabkan menurunnya tingkat produksi dan dapat berakibat terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi para karyawan yang terdampak oleh terhambatnya proses produksi yang disebabkan kekurangan air bersih.  Banyaknya pengangguran akan menyebabkan menurunnya standar hidup dan meningkatkan angka kemiskinan. 

Sanitasi yang buruk

Air dibutuhkan dalam seluruh aspek kehidupan, mulai dari untuk pemenuhan kebutuhan air minum, buang air kecil dan besar, memasak, mandi, hingga mencuci. Jika krisis air bersih terjadi, maka akan menyebabkan buruknya sanitasi yang berpengaruh terhadap kesehatan.

Terjangkit berbagai penyakit

3 juta orang di dunia – 2 dari 5 – tidak memiliki akses air bersih untuk mencuci tangan di rumah mereka  dan hal ini berkaitan erat dengan sanitasi yang buruk yang menyebabkan berbagai penyakit yang berkaitan dengan air yang tidak bersih seperti tiroid, disentri, infeksi pencernaan, diare dan masih banyak lagi. 

Diare sendiri menjadi 3 penyebab kematian anak tertinggi di dunia dan kebanyakan disebabkan karena mengkonsumsi air yang tidak bersih. 

Apalagi di masa pandemi Covid-19, air bersih sangat dibutuhkan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Covid-19 dengan tidak tersedianya air bersih, penyebaran virus Covid-19 akan meningkat tajam.

DAERAH DI INDONESIA  YANG TERDAMPAK KRISIS AIR BERSIH

Indonesia sendiri termasuk daerah yang terdampak krisis air bersih, apalagi disaat kemarau berkepanjangan melanda. Salah satu daerah yang  mengalami krisis air bersih adalah Dusun Gebang, Kelurahan Kebonharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Daerah Dusun Gebang termasuk daerah yang sering terkena dampak krisis air apalagi saat musim kemarau datang. Warga harus berjalan sejauh 1 – 2 km untuk mendapatkan air dari sumber air bersih yang berasal dari mata air pegunungan yang ditampung di penampungan yang dibuat pada tanggal 6 Desember 2008. 

Namun, saat kemarau datang, sumber mata air tersebut mengalami kekeringan dan tidak dapat memenuhi kebutuhan warga Dusun Gebang. Selama ini jika sumber mata air kering, warga Dusun Gebang mengandalkan bantuan air bersih yang disediakan oleh pemerintah daerah dan PMI. 

AIR BERSIH UNTUK DUSUN GEBANG, KULON PROGO

Di tahun 2015 warga Dusun Gebang membuat kelompok pembangunan sarana air yang dinamakan “Sab Tirto Langgeng” yang bertujuan untuk melakukan pembangunan sumur yang akan menjadi sumber mata air dan disalurkan ke 251 KK di Dusun Gebang agar seluruh warga Dusun Gebang akan lebih mudah dalam mengakses air bersih. 

Namun, dikarenakan terkendala dana, hingga saat ini Program “Sab Tirto Langgeng” belum dapat direalisasikan oleh warga setempat. Setelah diadakan survey oleh Tim Bidang YBKB Environment Saviour (YES) akhir Mei 2021,  YBKB akan menginisiasi program “Pengadaan Sumber Air Bersih” di  Dusun Gebang. 

Pengadaan Sumber Air Bersih di Dusun Gebang ditargetkan akan selesai di Hari Senin, 28 Juni 2021 dengan rangkaian kegiatan pencarian sumber mata air, pengeboran sumber mata air, pembuatan bak penampungan air dan pipanisasi yang selanjutkan akan dapat disalurkan ke seluruh rumah-rumah warga di Dusun Gebang. 

Pengadaan Sumber Air Bersih ini diharapkan dapat mempermudah warga  Dusun Gebang dalam memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari tanpa harus menempuh jarak 1 – 2 km lagi dan diharapkan dengan tersedianya sumber  air bersih ini, taraf kesehatan di Dusen Gebang pada khususnya dapat meningkat dan juga berdampak positif di aspek lainnya. 

Di dalam Islam sendiri air disebutkan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan para makhluk hidup seperti yang disebutkan dalam surat An Nahl ayat 10:

“Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu. 

Sebegitu pentingnya air di  dalam kehidupan seluruh makhluk hidup, hingga Rasulullah berkata bahwa sedekah yang paling utama adalah wakaf air. Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Daud, di satu waktu Saad bin Ubadah RA bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” dan Nabi Rasulullah menjawab, “Memberi air” .

Disebutkan juga wakaf air dapat menjadi satu amalan jariyah yang pahalanya tidak akan terputus selama sumber air yang kita sedekahkan masih terus digunakan oleh orang yang membutuhkan seperti kisah Utsman bin Affan yang membeli sumur dari seorang Yahudi untuk diwakafkan dan airnya masih terus mengalir hingga saat ini sumurnya berusia 1.400 tahun dan pahalanya masih mengalir hingga hari ini. 

Mari bersama kita saling membuka mata dan hati untuk melihat keadaan sekeliling kita dan lebih peduli karena dengan sedikit kepedulian kita, akan ada banyak keluarga yang terbantu oleh kita. Sedikit kepedulian kita, membawa senyum bahagia bagi mereka. Yuk, ikut ambil bagian dalam program terbaru YBKB! Mari kita buat sumur-sumur Utsman lainnya!

 

voi.id, idntimes.com, ilmugeografi.com, water.org, news.un.org, sedekahair, liputan6.com

 

 

.

 


  Kembali